Sesi 5 Sejarah dan Konsep Literasi Digital
Pada sesi 5 ini kita akan belajar tentang sejarah dan konsep literasi digital.
Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, kumpulkan tugas tepat waktu, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 5 ini.
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 5
CPU:
Setelah mengikuti tutorial kelima, mahasiswa dapat memahami dan mempraktikkan literasi digital.
CPK:
- Menguraikan perkembangan teoretis terkait konsep literasi digital.
- Menguraikan beragam praktik literasi digital dalam konteks media siber
- Mampu melakukan refleksi kritis terkait literasi digital dalam konteks media siber
2. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)
Modul 5 BMP Cyber Media (SKOM4331) edisi 3 dan referensi lain yang relevan
3. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Materi sesi kelima membahas tentang Sejarah dan Konsep Literasi Digital dan Perkembangan, Kondisi Kontemporer dan Tantangan Literasi Digital merupakan bahasan pada modul 5 dari mata kuliah Cyber Media (Media Siber).
Paul Gilster adalah sosok yang pertama kali mempopulerkan istilah “Literasi Digital” dalam bukunya, “Digital Literacy”, yang diterbitkan pada tahun 1997. Gilster menjelaskan literasi digital secara sederhana yaitu 'melek huruf untuk era digital' – kemampuan untuk membaca dan memahami berbagai aspek informasi dalam dunia dijital. Namun, definisi Gilster sangatlah terbatas, peninjauan literatur Literasi Digital di era kontemporer, terutama setelah perkembangan teknologi informasi jelas meningkatkan pemahaman kita tentang Literasi Digital. Dalam perkembangannya, digital literacy atau digital literacies didefinisikan sebagai ‘practices of communicating, relating, thinking and ‘being’ associated with digital media’ Definisi ini berasal dari akar konsepsi perkembangan media digital, sebagai fenomena sosial. Pada konteks tersebut dilihat bahwa perkembangan media digital akan membawa peradaban manusia pada berbagai konsekuensi ekonomi, sosial dan politik. Terminologi “practices” digunakan karena konsep ini mencakup segala aktivitas, tindak atau cara dalam hal pemanfaatan literasi secara aktif, termasuk berbagai laku pemaknaan yang kemudian menjadi landasannya.
Literasi digital memerlukan berbagai keterampilan yang bersifat interdisipliner. Menurut Warschauer dan Matuchniak (2013), individu harus mampu menguasai tiga keterampilan abad ke-21 agar dapat melek digital. Ketiga keterampilan tersebut diantaranya adalah; a) keterampilan informasi, media, dan teknologi; b) keterampilan belajar yang disertai dengan inovasi; c) keterampilan hidup dan karir. Hal yang dibutuhkan untuk memiliki keterampilan informasi, media, dan teknologi adalah pencapaian atas kompetensi dalam literasi informasi yang mencakup literasi media dan teknologi komunikatif informasi (ICT). Di sisi lain, hal yang dibutuhkan untuk memiliki keterampilan belajar yang disertai dengan inovasi adalah kreativitas dan inovasi, pemikiran kritis dan pemecahan masalah, serta keterampilan komunikasi dan kolaborasi yang telah dilatih secara terus menerus oleh seseorang. Terakhir, hal yang dibutuhkan untuk memiliki keterampilan hidup dan karir adalah melatih fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, kemampuan pengarahan diri dan inisiatif, keterampilan sosial dan lintas budaya, akuntabilitas dan produktivitas, serta kepemimpinan dan tanggung jawab.
Ada lima jenis literasi yang dijadikan sebagai pilar dalam literasi media dan literasi digital. Diantaranya adalah:
- Literasi foto-visual,.
- Keaksaraan reproduksi,.
- Kepadanan bercabang, yakni kemampuan navigasi dalam ruang digital non-linier.
- Literasi informasi,
- Keaksaraan sosial-emosional
Industri media siber adalah industri yang terus berkembang dengan sangat cepat. Data, infografis, pemaparan statistik, uraian dan contoh studi kasus yang digunakan dalam modul ini bersifat terbatas dalam waktu dan konteks tertentu. Sehingga sangat dianjurkan bagi mahasiswa untuk mencari dan mengeksplorasi berbagai sumber lain baik dari buku, jurnal ilmiah, situs-situs yang kredibel, hingga berbagai sumber lain sebagai materi ataupun informasi tambahan maupun untuk melengkapi materi yang disampaikan dalam modul ini.
Secara terperinci, Anda dapat membaca pada modul 5 di BMP Cyber Media edisi 3.
Soal Diskusi 5
Tugas I
Sdr Mahasiswa, pada pertemuan di sesi ke 5 ini, ada tugas kedua yang wajib Anda kerjakan. Kerjakan dengan teliti dan seksama dan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste dari pekerjaan teman atau mengambil dari referensi lain. Setelah Anda mengerjakan, lembar jawaban segera Anda upload di halaman tugas. Perhatikan juga batas waktu penyelesaian tugas. Selamat mengerjakan !
Salah satu kunci utama dari literasi digital adalah kemampuan untuk mengevaluasi berbagai penggunaan media digital. Untuk tugas kali ini, silakan lakukan pengamatan kepada diri sendiri mengenai berbagai hal dalam diri anda yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital (menggunaan smartphone, menggunakan laptop/computer personal, dll). Setelah itu, silakan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Uraikan apa saja hal-hal negatif yang anda sadari dari penggunaan teknologi digital pada diri anda?
2. Uraikan Apa saja hal-hal negatif yang anda sadari dari penggunaan teknologi digital pada diri anda?
3. Jelaskan bagaimana konsep dan paktik literasi digital yang telah anda pelajari dapat membantu anda untuk menggunakan teknologi digital secara produktif, dan digunakan untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat bagi diri anda, dan juga mungkin bagi orang lain.
Jawab
Sesi 5 Digital Media FSIK4207 Sejarah dan Konsep Literasi Digital
Soal Tugas 2
Sdr Mahasiswa, pada pertemuan di sesi ke 5 ini, ada tugas kedua yang wajib Anda kerjakan. Kerjakan dengan teliti dan seksama dan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste dari pekerjaan teman atau mengambil dari referensi lain. Setelah Anda mengerjakan, lembar jawaban segera Anda upload di halaman tugas. Perhatikan juga batas waktu penyelesaian tugas. Selamat mengerjakan !
Salah satu kunci utama dari literasi digital adalah kemampuan untuk mengevaluasi berbagai penggunaan media digital. Untuk tugas kali ini, silakan lakukan pengamatan kepada diri sendiri mengenai berbagai hal dalam diri anda yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital (menggunaan smartphone, menggunakan laptop/computer personal, dll). Setelah itu, silakan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.
Uraikan apa saja hal-hal negatif yang anda sadari dari penggunaan teknologi digital pada diri anda?
Jawaban :
HASIL PENGAMATAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL DIRI SENDIRI
1. HAL-HAL NEGATIF YANG TERAMATI DARI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL
Berikut adalah hal-hal negatif yang saya sadari terkait penggunaan teknologi digital (smartphone dan laptop) dalam aktivitas sehari-hari:
- Ketergantungan dan gangguan konsentrasi: Seringkali merasa terpanggil untuk memeriksa notifikasi smartphone setiap beberapa menit, bahkan ketika sedang melakukan tugas penting di laptop. Hal ini menyebabkan gangguan fokus dan memperpanjang waktu penyelesaian pekerjaan. Misalnya, saat sedang menyusun konten atau melakukan penelusuran informasi, notifikasi dari aplikasi pesan atau media sosial dapat mengganggu alur pemikiran.
- Masalah kesehatan fisik: Penggunaan layar dalam waktu lama menyebabkan masalah seperti ketegangan mata (eye strain), nyeri leher dan bahu akibat posisi tubuh yang tidak benar, serta kurangnya aktivitas fisik karena menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk. Menurut pengamatan pribadi, sering merasa mata perih dan pandangan sedikit kabur setelah berjam-jam menggunakan laptop atau smartphone.
- Kurangnya interaksi sosial tatap muka: Terkadang lebih memilih berkomunikasi melalui aplikasi pesan atau media sosial daripada bertemu langsung dengan teman atau keluarga. Hal ini dapat mengurangi kualitas hubungan sosial dan kemampuan untuk membaca isyarat non-verbal dalam komunikasi manusia.
- Paparan informasi yang tidak akurat atau menyebalkan: Dalam penggunaan internet melalui laptop dan smartphone, sering terpapar konten yang tidak terverifikasi, hoaks, atau bahkan konten yang menyebalkan atau merendahkan. Tanpa kesadaran yang cukup, hal ini dapat memengaruhi pandangan dan emosi secara tidak positif.
- Masalah privasi dan keamanan data: Kadang-kadang kurang memperhatikan pengaturan privasi pada aplikasi atau situs web yang digunakan, sehingga berpotensi mengekspos informasi pribadi. Selain itu, pernah mengalami upaya phishing melalui pesan atau tautan yang dikirimkan melalui platform digital.
KESIMPULAN
Penggunaan teknologi digital seperti smartphone dan laptop memberikan banyak kemudahan, namun juga memiliki dampak negatif yang perlu diperhatikan. Hal-hal negatif yang teramati meliputi gangguan konsentrasi, masalah kesehatan fisik, pengurangan kualitas interaksi sosial tatap muka, paparan konten tidak sesuai, serta risiko pada privasi dan keamanan data. Dengan kesadaran akan dampak negatif ini dan mengacu pada panduan dari sumber yang terpercaya, dapat dilakukan upaya untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi digital agar lebih positif dan bermanfaat.
untuk menggunakan teknologi digital secara produktif, dan digunakan untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat bagi diri anda, dan juga mungkin bagi orang lain.
SUMBER REFERENSI
1. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Pedoman Literasi Digital untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kominfo. Diakses dari :
https://literasidigital.kominfo.go.id/pedoman-literasi-digital/
2. World Health Organization (WHO). (2022). Gunakan Teknologi Digital dengan Bijak untuk Kesehatan. Laporan WHO Regional untuk Asia Tenggara. Diakses dari: https://www.who.int/searo/news/detail/12-09-2022-use-digital-technology-wisely-for-health
3. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (2024). Panduan Keamanan dan Privasi Digital bagi Pengguna Rumahan. Jakarta: BSSN. Diakses dari: https://www.bssn.go.id/id/publikasi/panduan-keamanan-digital
4. BMP Cyber Media (SKOM4331) Modul 05 edisi 3 Sejarah dan Konsep Literasi Digital Kunto Adi Wibowo Detta Rahmawan Penerbit UT Taqnggerang Selatan,
Soal :
'2. Uraikan Apa saja hal-hal negatif yang anda sadari dari penggunaan teknologi digital pada diri anda?'.
Jawab :
Apa saja hal-hal negatif yang saya sadari dari penggunaan teknologi digital pada diri saya? Berdasarkan pengamatan terhadap penggunaan teknologi digital (smartphone, laptop, dan perangkat lainnya), berikut adalah hal-hal negatif yang saya identifikasi:
1. Masalah pada Kesehatan Fisik- Ketegangan pada Mata : Penggunaan layar dalam waktu lama menyebabkan rasa sakit pada mata, kemerahan, dan kesulitan fokus pada objek yang jauh. Hal ini disebabkan oleh paparan cahaya biru dari perangkat dan kurangnya jeda yang cukup.
- Nyeri Tulang Belakang dan Leher : Posisi duduk yang tidak benar saat menggunakan laptop atau membungkuk ke arah smartphone dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher, bahu, dan punggung bawah.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Banyak waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan teknologi mengurangi waktu untuk olahraga atau aktivitas fisik lainnya, yang berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan dan masalah kesehatan terkait lainnya.
2. Dampak pada Kesehatan Mental dan Emosional- Kecanduan dan Ketergantungan: Sulit untuk melepaskan diri dari perangkat, bahkan saat sedang melakukan aktivitas lain seperti makan atau berinteraksi dengan orang di sekitar. Hal ini dapat menyebabkan rasa cemas ketika tidak memiliki akses ke teknologi digital.
- Perbandingan Diri yang Tidak Sehat: Paparan terhadap konten di media sosial seringkali membuat saya melakukan perbandingan diri dengan orang lain, yang dapat menurunkan harga diri dan menyebabkan perasaan tidak puas dengan diri sendiri.
- Kelelahan Informasi: Terlalu banyak informasi yang masuk setiap hari dari berbagai sumber digital membuat saya merasa terbebani dan sulit untuk fokus pada hal-hal yang penting.
3. Masalah pada Produktivitas dan Fokus- Gangguan yang Sering Terjadi: Notifikasi dari aplikasi pesan, media sosial, dan email secara terus-menerus mengganggu fokus saat sedang bekerja atau belajar, menyebabkan penurunan produktivitas dan kualitas pekerjaan.
- Kesulitan dalam Konsentrasi Jangka Panjang: Terbiasa dengan konten yang singkat dan cepat di media digital membuat saya sulit untuk fokus pada tugas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama, seperti membaca buku atau menyelesaikan proyek kompleks.
4. Dampak pada Hubungan Sosial- Kurangnya Interaksi Tatap Muka yang Mendalam: Meskipun teknologi memudahkan komunikasi jarak jauh, seringkali saya mengabaikan interaksi dengan orang di sekitar saya karena terlalu fokus pada perangkat digital. Hal ini dapat membuat hubungan sosial menjadi kurang erat dan mendalam.
- Risiko Paparan Konten Negatif atau Tidak Akurat: Penggunaan media sosial dan platform berita digital terkadang membuat saya terpapar konten yang negatif, berbahaya, atau tidak akurat, yang dapat mempengaruhi pandangan dan sikap saya terhadap berbagai hal.
Kesimpulan
Penggunaan teknologi digital memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki dampak negatif yang tidak dapat diabaikan. Hal-hal negatif yang saya identifikasi meliputi masalah kesehatan fisik dan mental, penurunan produktivitas, serta dampak pada hubungan sosial. Penting untuk mengelola penggunaan teknologi dengan bijak dengan menetapkan batasan waktu penggunaan, menjaga postur tubuh yang benar, serta memilih konten yang positif dan bermanfaat untuk meminimalkan dampak buruk tersebut.
Sumber/Referensi :
1. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Pedoman Literasi Digital untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kominfo.
2. World Health Organization (WHO). (2022). Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children and Adolescents. Geneva: WHO Press.
3. American Psychological Association (APA). (2021). The Impact of Social Media on Mental Health. Washington, D.C.: APA Publishing.
4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Digital Eye Strain: Tips for Prevention. Atlanta: CDC National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion.
5. BMP Cyber Media (SKOM4331) Modul 05 edisi 3 Sejarah dan Konsep Literasi Digital Kunto Adi Wibowo Detta Rahmawan Penerbit UT Taqnggerang Selatan,
Soal 3 :
Jelaskan bagaimana konsep dan paktik literasi digital yang telah anda pelajari dapat membantu anda untuk menggunakan teknologi digital secara produktif, dan digunakan untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat bagi diri anda, dan juga mungkin bagi orang lain.
Jawaban no 3 :
HASIL ANALISIS PENERAPAN KONSEP DAN PRAKTIK LITERASI DIGITAL
3. PENERAPAN LITERASI DIGITAL UNTUK PENGGUNAAN TEKNOLOGI YANG PRODUKTIF DAN POSITIF
Konsep Literasi Digital yang Diterapkan
Literasi digital mencakup beberapa dimensi utama yaitu kompetensi teknis, keterampilan evaluatif, kesadaran etis dan hukum, serta kemampuan untuk berkolaborasi dan berbagi secara positif (Kementerian Kominfo, 2023). Berikut adalah bagaimana konsep tersebut diterapkan dalam penggunaan teknologi digital (smartphone dan laptop):
1. Mengoptimalkan Produktivitas Diri
- Konsep kompetensi teknis dan manajemen informasi: Menggunakan fitur pengaturan waktu pada laptop (seperti aplikasi manajemen tugas) dan smartphone (mode fokus atau do not disturb) untuk menghindari gangguan dan menyusun jadwal penggunaan teknologi secara terstruktur. Misalnya, mengalokasikan waktu khusus untuk pekerjaan atau pembelajaran tanpa gangguan notifikasi, dan menggunakan alat penyimpanan berbasis cloud untuk mengatur data dan dokumen dengan rapi.
- Konsep evaluasi sumber informasi: Mempelajari cara memverifikasi keakuratan informasi yang ditemukan melalui internet sebelum menggunakannya untuk tugas atau berbagi dengan orang lain. Hal ini meliputi memeriksa kredibilitas sumber, membandingkan informasi dari beberapa sumber terpercaya, dan mengidentifikasi ciri-ciri konten hoaks atau salah informasi.
2. Penggunaan untuk Hal Positif Bagi Diri Sendiri
- Konsep pembelajaran dan pengembangan diri: Memanfaatkan platform digital seperti kursus daring terpercaya, kanal edukasi di YouTube, dan aplikasi pembelajaran bahasa untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan. Misalnya, mengikuti kursus literasi data melalui platform yang telah terverifikasi, atau menggunakan aplikasi untuk berlatih keterampilan baru yang berguna untuk karir atau hobi.
- Konsep kesadaran kesehatan digital: Menerapkan praktik penggunaan teknologi yang sehat, seperti menjaga jarak pandang dengan layar, melakukan istirahat secara berkala sesuai dengan aturan 20-20-20 (lihat jauh selama 20 detik ke objek yang berjarak 20 kaki setiap 20 menit), dan membatasi waktu penggunaan media sosial yang tidak produktif untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
3. Penggunaan yang Bermanfaat Bagi Orang Lain
- Konsep kolaborasi dan literasi konten: Menggunakan teknologi untuk berbagi konten positif dan edukatif, seperti membuat tulisan atau video singkat tentang topik yang bermanfaat (misalnya cara mengelola keuangan pribadi atau tips literasi digital bagi lansia) dan membagikannya melalui platform yang sesuai. Selain itu, bekerja sama dengan teman atau rekan melalui alat kolaborasi digital untuk menyelesaikan proyek yang bermanfaat bagi masyarakat lokal, seperti pengembangan situs web untuk UMKM kecil atau kampanye edukasi tentang keamanan digital.
- Konsep etika dan tanggung jawab digital: Menjadi contoh pengguna teknologi yang bertanggung jawab dengan menghindari penyebaran konten negatif, membantu orang lain yang mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi (seperti mengajari keluarga atau tetangga cara mengatur privasi akun atau mengenali penipuan digital), dan berpartisipasi dalam komunitas digital yang fokus pada pembangunan dan pembelajaran bersama.
KESIMPULAN
Konsep dan praktik literasi digital yang telah dipelajari berperan sangat penting dalam mengarahkan penggunaan teknologi digital ke arah yang lebih produktif, positif, dan bermanfaat. Melalui kompetensi teknis dan manajemen informasi, produktivitas diri dapat ditingkatkan. Dengan menerapkan evaluasi informasi dan kesadaran kesehatan digital, teknologi dapat digunakan untuk mendukung pengembangan diri dan kesejahteraan pribadi. Selain itu, melalui kolaborasi, etika digital, dan penyebaran konten positif, penggunaan teknologi juga dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan masyarakat secara luas. Dengan demikian, literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang bermanfaat.
SUMBER REFERENSI
1. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023). Pedoman Literasi Digital untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kementerian Kominfo. Diakses dari: https://literasidigital.kominfo.go.id/pedoman-literasi-digital/
2. UNESCO Institute for Information Technologies in Education (IITE). (2022). Global Framework on Digital Literacy and Skills for Indicator 4.4.2. Moskow: UNESCO IITE. Diakses dari: https://en.unesco.org/iite/publications/global-framework-digital-literacy-and-skills
3. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Modul Literasi Digital untuk Masyarakat. Jakarta: Balai Bahasa Jakarta. Diakses dari: https://balaiBahasa.kemdikbud.go.id/modul-literasi-digital/
4. World Health Organization (WHO). (2022). Gunakan Teknologi Digital dengan Bijak untuk Kesehatan. Laporan WHO Regional untuk Asia Tenggara. Diakses dari: https://www.who.int/searo/news/detail/12-09-2022-use-digital-technology-wisely-for-health.
5. BMP Cyber Media (SKOM4331) Modul 5 edisi 3 Sejarah dan Konsep Literasi Digital Kunto Adi Wibowo Detta Rahmawan Penerbit UT Taqnggerang Selatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar