Sesi 4
Presentasi diri di Era Media Siber
Halo rekan-rekan mahasiswa,
Pada sesi 4 ini kita akan belajar tentang Presentasi diri di Era Media Siber. Materi yang dibahas meliputi adalah Konsep-Konsep terkait Presentasi Diri di Era Media Siber dan Perkembangan Praktik Presentasi Diri di Era Media Siber. Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 4 ini.
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 4
Capaian Pembelajaran Umum:
Mahasiswa mampu memahami dapat memiliki pemahaman konseptual dan kontekstual serta juga praktis terkait bagaimana praktik presentasi diri dilakukan dalam beragam platform digital. Selain itu modul ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang bersifat riil terkait praktik-praktik presentasi diri dalam lanskap industri media siber yang terus berkembang.
Capaian Pembelajaran Khusus:
Setelah mengikuti pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Menguraikan perkembangan teoretis terkait konsep presentasi diri dalam konteks media siber
- Menguraikan beragam praktik presentasi diri dalam konteks media siber
- Mampu melakukan refleksi kritis terkait presentasi diri dalam konteks media siber
3. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)
Modul 4 BMP Cyber Media (SKOM4331) edisi 3 dan referensi lain yang relevan
4. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Materi pada sesi ke 4 ini adalah bahasan pada Modul ke 4 yang terdiri dari 2 kegiatan Belajar. Sesi ini membahas tentang Presentasi diri di Era Media Siber. Presentasi diri mengacu pada bagaimana seseorang berusaha menampilkan diri untuk mengendalikan atau membentuk persepsi dari orang lain mengenai dirinya, dimana konsep ini dapat dikatakan sebagai bagian dari bagaimana kita berkomunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang individu akan melakukan manajemen kesan terkait dirinya, yang mengacu pada bagaimana seseorang mengelola informasi tentang segala macam hal yang berhubungan dengan dirinya secara strategis dan terkontrol. Dalam melakukan presentasi diri secara online, kita sebagai khalayak media siber kini tidak hanya konsumen yang dapat menyeleksi dan memilih berbagai materi ataupun konten yang sudah tersedia dalam suatu platform. Kita juga secara aktif mengambil bagian dalam menciptakan dan menyebarkan konten-konten tersebut.
Dalam presentasi diri secara online, kita melakukan eksperimen terkait citra atau penampilan diri kita, di satu sisi seseorang dapat menjadi individu yang berbeda dibandingkan dengan diri mereka secara offline, namun di sisi lain, presentasi diri dapat digunakan secara riil untuk menambahkan kesan yang positif terkait diri mereka.
Dalam melakukan presentasi diri di era media siber, seorang individu harus memiliki kesadaran dan kemampuan terkait navigasi khalayak yang selalu berubah-ubah. Lanskap media siber yang terus berkembang juga membuat kita sebagai khalayak media siber harus menyesuaikan cara presentasi diri agar sesuai dengan platform yang kita gunakan, dan mempertimbangkan kepada siapa kita mengungkapkan informasi itu, dan bagaimana informasi itu diperlihatkan. Kita juga perlu untuk memiliki kesadaran dan kemampuan terkait bagaimana kita menyeimbangkan informasi yang bersifat pribadi dan publik.
Motivasi seseorang dalam melakukan presentasi diri dapat bersumber pada keinginan untuk mendapatkan teman, ikatan dan hubungan yang tidak mereka dapatkan secara offline, dan terutama adalah memenuhi rasa memiliki sesuatu, atau menjadi bagian dari sebuah ikatan tertentu (sense of belonging).
Dalam konteks media siber, praktik presentasi diri yang dilakukan oleh seorang pengguna beragam platform digital akan melibatkan adanya pengungkapan diri dan juga kegiatan berbagi serta bertukar informasi pribadi.
Berbagai informasi pribadi yang kemudian diungkapkan lewat media siber, dan beragam aktivitasnya di dunia siber termasuk mengunggah konten, semua interaksi dan komunikasi baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi kesan tentang dirinya dalam ranah media siber.
Dalam konteks media siber, dan praktik pengelolaan kesan terdapat tantangan yang harus dipahami terkait bagaimana seorang pengguna media siber dapat membedakan informasi yang bersifat privat dan bersifat publik.
Praktik presentasi diri di media siber akan sangat berbeda dari setiap platform digital yang kita gunakan. Forum atau komunitas online akan menilai gambaran diri kita berdasarkan interaksi, komunikasi, dan kontribusi kita terhadap komunitas tersebut.
Demikian Sdr Mahasiswa, lebih detal Anda dapat membaca pada modul 4 BMP Cyber Media. Selamat belajar
Kita sdh memasuki minggu ke 4, jangan lupa selalu membaca setiap materi inisiasi dan melakukan diskusi dan tanggapan terhadap topik yang disajikan. Topik minggu ini adalah sebagai berikut.
Jelaskan apa yang Anda pahami mengenai presentasi diri di era media siber, berikan contoh praktiknya, dan ungkapkan berbagai hal yang harus diperhatikan dalam praktik tersebut?
Kemukakan jawaban Anda dengan pemikiran Anda sendiri, beri contoh juga berdasarkan pengamatan atau pengalaman Anda sendiri. jangan lakukan copy paste ya. Selamat berdiskusi !
Jawab
Nama : Tasir Hidayat
NIM : 048905515
UPBJJ : 71/Surabaya
Prodi : Hukum
Matkul : Cuber Media SKOM 4331
Kelas : 87
Tutor : RAYAN NURBADI 02000301
JAWABAN PERTANYAAN DISKUSI
1. Menurut Pendapat saya Pemahaman Mengenai Presentasi Diri di Era Media Siber
Presentasi diri pada dasarnya adalah cara seseorang menampilkan citra, identitas, kemampuan, kepribadian, dan nilai-nilai yang dimiliki kepada orang lain agar dapat dikenali, dipahami, dan diterima sesuai dengan kesan yang ingin dibangun. Di era media siber atau era digital seperti sekarang, ruang lingkup dan cara melakukan presentasi diri mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Presentasi diri di era media siber berarti proses menampilkan diri melalui berbagai platform dan saluran komunikasi digital, baik secara sadar maupun tidak sadar, yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja. Berbeda dengan presentasi diri di dunia nyata yang biasanya berlangsung secara langsung, terbatas pada waktu dan tempat tertentu, serta hanya dilihat oleh orang-orang yang hadir, presentasi diri di dunia maya memiliki jangkauan yang jauh lebih luas, jejak yang dapat tersimpan dalam waktu yang lama, dan dapat dilihat oleh orang yang bahkan belum pernah kita temui sebelumnya.
Hal ini meliputi segala sesuatu yang kita unggah, tulis, bagikan, maupun aktivitas yang kita lakukan di media sosial, situs web, forum diskusi, hingga berbagai aplikasi komunikasi. Setiap unggahan foto, tulisan, komentar, informasi pribadi yang disampaikan, bahkan cara kita berinteraksi dengan orang lain di dunia maya semuanya membentuk citra diri yang dikenali oleh publik. Tujuan presentasi diri ini pun beragam, mulai dari membangun citra pribadi yang positif, mempromosikan kemampuan atau usaha, membangun jejaring pertemanan atau kerja sama, hingga menyampaikan pemikiran dan pandangan kepada khalayak luas.
2. Contoh Praktik Presentasi Diri di Era Media Siber
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman sehari-hari, berikut adalah beberapa contoh praktik yang sering dilakukan :
Contoh 1: Presentasi Diri untuk Tujuan Karier dan Profesional
Seseorang yang ingin membangun citra sebagai tenaga profesional di bidangnya memanfaatkan platform seperti LinkedIn atau situs portofolio pribadi. Ia menampilkan riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keahlian yang dimiliki, pencapaian yang diraih, serta tulisan atau pemikiran yang berkaitan dengan bidang keahliannya. Misalnya, seorang desainer grafis mengunggah hasil karya terbaik, menjelaskan proses pembuatannya, dan membagikan wawasan tentang tren desain terkini. Melalui cara ini, ia menampilkan dirinya sebagai orang yang kompeten, berpengetahuan luas, dan andal di bidangnya, yang pada akhirnya dapat membuka peluang kerja atau kerja sama dengan berbagai pihak.
Contoh 2: Presentasi Diri untuk Tujuan Usaha dan Pemasaran
Pelaku usaha lokal yang ingin memperkenalkan produk dan usahanya memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau TikTok. Ia menampilkan informasi tentang produk yang dijual, kualitas dan keunggulannya, proses pembuatan, hingga testimoni dari pelanggan yang puas. Selain itu, ia juga menampilkan aktivitas sehari-hari dalam menjalankan usahanya, nilai-nilai yang dipegang, serta cara pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Misalnya, pengusaha makanan rumahan mengunggah video proses pembuatan makanan yang bersih dan higienis, serta menceritakan latar belakang pendirian usahanya yang berawal dari kegemaran memasak keluarga. Hal ini membangun citra diri dan usahanya sebagai orang yang jujur, bertanggung jawab, dan menyajikan produk yang berkualitas.
Contoh 3: Presentasi Diri dalam Kehidupan Sosial dan Pribadi
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang memanfaatkan media sosial untuk menampilkan sisi kehidupan pribadi mereka. Misalnya, seseorang mengunggah foto kegiatan sehari-hari, perjalanan wisata, momen kebersamaan dengan keluarga atau teman, serta tulisan yang berisi pemikiran atau perasaan yang sedang dirasakan. Ia juga berinteraksi dengan teman-teman atau pengikutnya melalui komentar atau pesan pribadi. Melalui hal-hal ini, orang lain dapat mengenali kepribadiannya, hobi, cara pandang hidup, dan hubungan sosial yang dimiliki. Misalnya, seseorang yang sering mengunggah konten tentang kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, dan sikap yang menghormati orang lain akan dipandang sebagai pribadi yang baik hati, peduli, dan berakhlak mulia.
Contoh 4: Presentasi Diri untuk Menyampaikan Gagasan dan Pemikiran
Banyak orang menggunakan media seperti blog, YouTube, atau akun media sosial untuk menyampaikan pandangan, pengetahuan, atau gagasan tentang berbagai hal yang menarik minatnya. Misalnya, seorang pendidik menulis artikel atau membuat video yang berisi pandangan tentang metode pembelajaran yang efektif, atau seseorang yang memiliki perhatian terhadap isu sosial menyampaikan pendapatnya tentang masalah yang sedang terjadi di masyarakat. Melalui cara ini, ia menampilkan dirinya sebagai orang yang berwawasan luas, kritis, dan peduli terhadap perkembangan lingkungan sekitar.
3. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Melakukan Presentasi Diri di Era Media Siber
Mengingat luasnya jangkauan dan dampak yang dapat ditimbulkan dari setiap aktivitas di dunia maya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar presentasi diri yang dilakukan dapat memberikan manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif, antara lain:
a. Menjaga Kejujuran dan Keaslian
Citra diri yang dibangun harus sesuai dengan kenyataan dan kemampuan yang dimiliki. Jangan menampilkan sesuatu yang tidak benar, melebih-lebihkan kemampuan, atau menggunakan identitas orang lain. Citra yang dibangun dengan kebohongan pada akhirnya akan diketahui juga dan justru akan merusak kepercayaan orang lain serta menurunkan nilai diri sendiri.
b. Memilih dan Menyaring Informasi yang Akan Ditampilkan
Tidak semua hal dalam kehidupan pribadi perlu ditampilkan kepada publik. Perlu memilah informasi mana yang pantas dibagikan dan mana yang sebaiknya disimpan sebagai rahasia pribadi. Penyebaran informasi pribadi yang berlebihan atau yang tidak penting dapat menimbulkan risiko, seperti penyalahgunaan data pribadi, gangguan privasi, atau kesalahpahaman yang tidak perlu.
c. Memperhatikan Kesesuaian dengan Tujuan dan Sasaran
Setiap konten atau informasi yang disampaikan harus disesuaikan dengan tujuan presentasi diri dan orang yang menjadi sasaran. Misalnya, konten yang ditampilkan untuk keperluan profesional tentu berbeda dengan konten yang ditampilkan untuk keperluan sosial pribadi. Hal ini penting agar citra yang dibangun menjadi jelas, konsisten, dan mudah dipahami oleh orang lain.
d. Menjaga Kesopanan dan Etika Berkomunikasi
Cara berbicara, menulis, dan berinteraksi di dunia maya harus tetap memegang teguh norma kesopanan dan etika yang berlaku. Hindari menggunakan kata-kata yang kasar, menyinggung perasaan orang lain, menyebarkan berita bohong, atau melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Sikap dan perilaku yang ditampilkan akan menjadi cerminan dari kepribadian dan akhlak yang dimiliki.
e. Memperhatikan Dampak dan Konsekuensi
Setiap hal yang ditampilkan di media siber akan meninggalkan jejak yang dapat dilihat dan diingat dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, sebelum mengunggah atau menyampaikan sesuatu, perlu dipikirkan terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan, baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun lingkungan masyarakat. Pastikan apa yang disampaikan memberikan manfaat, tidak menimbulkan kerugian, serta tidak bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai yang berlaku.
f. Konsisten dalam Menampilkan Citra Diri
Konsistensi dalam menyampaikan informasi dan menampilkan perilaku akan membuat citra diri yang dibangun menjadi kuat dan dipercaya oleh orang lain. Jika seringkali mengubah-ubah sikap atau informasi yang disampaikan tanpa alasan yang jelas, maka orang lain akan kesulitan untuk memahami dan mempercayai kepribadian yang sebenarnya.
g. Melindungi Keamanan Data dan Identitas
Perlu berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang bersifat rahasia atau penting, seperti data pribadi, data keuangan, atau informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. Pastikan juga menggunakan sistem keamanan yang memadai agar akun dan data yang dimiliki tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
KESIMPULAN
Presentasi diri di era media siber adalah proses menampilkan identitas, kemampuan, dan kepribadian melalui berbagai saluran komunikasi digital yang memiliki jangkauan luas dan dampak yang besar. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan tujuan, baik untuk keperluan pribadi, sosial, karier, maupun usaha, seperti yang terlihat dari berbagai contoh praktik yang terjadi di lingkungan sekitar kita.
Meskipun memberikan banyak kemudahan dan manfaat, presentasi diri di dunia maya juga memiliki risiko dan tantangan tersendiri. Oleh karena itu, dalam melakukannya kita harus senantiasa berpegang pada prinsip kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab. Perlu dilakukan pemilihan informasi yang tepat, menjaga etika berkomunikasi, serta mempertimbangkan dampak dari setiap hal yang ditampilkan. Dengan demikian, presentasi diri yang dilakukan akan mampu membangun citra diri yang positif, dipercaya oleh orang lain, serta memberikan manfaat yang optimal bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
SUMBER/REFERENSI JAWABAN :
1. Croteau, D., & Hoynes, W. (2019). Media Society: A Critical Introduction. Thousand Oaks: SAGE Publications.
2. De Vries, R. (2021). Personal Branding in the Digital Age: Building and Managing Your Reputation Online. Amsterdam: Amsterdam University Press.
3. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2022). Panduan Etika dan Keamanan Berinternet bagi Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.
4. Pratama, A. (2020). Komunikasi dan Interaksi Sosial di Era Digital. Jakarta: Rajawali Pers.
5. Turkle, S. (2021). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. New York: Basic Books.
6. Wibowo, A. (2018). Citra Diri dan Komunikasi dalam Media Sosial. Bandung: Penerbit Alfabeta.
7 BMP Cyber Media SKOM4331 Modul 04 Presentasi diri di Era Media Siber Kunto Adi Wibowo Detta Rahmawan Penerbit UT Tanggerang Selatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar