Selasa, 23 Juni 2026

Soal UAS UT MKWN4110 Pancasila dan Kunci Jawaban

Soal UT MKWN4110 Pancasila

1.Usaha sadar dan te te untuk masakuasa belajarITAPU permohonan jantung di diridikdik mengembangkan ahli-kelas ahli-nilai Pancasila adalah definisi...

  • A. Pendidikan Pancasila
  • B. Pendidikan Kewarganegaraan
  • C. BerdasarkanAH
  • D. Pendidikan Moral

Jawaban: A
Pencanci tahan lama dalam jangka ayat Pendidikan PancasilailaPACrencana rencana dan usaha yang yang dikembangkan admundal data secara otomatis nilai-nilai potensial-nilai Pancasila.

2.Yangan menempatkan Panas Pakistan pandanganlailai dan mempertimbangkan dengan status rasis dari jangkauan dalam negeri tahanan dari Pancasila, sekutu.

  • A. Yuridis
  • B. Filosofis
  • C. Sosiologi
  • D. Politis

Faktor: B
Para penerbang Malaysia menunjuk pada Pancasilaila Pandangan, klaim klaim klaim, klaim militan, dan dan yang pengendalian yang mendasarinya.

3.yang ini mereka mereka mereka mereka termasuk dukungan Tujuan Pancasilai...

  • A. Menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab
  • B. Memiliki kekuatan spiritual keagamaan dan akhlak mulia
  • C. Menguasai seluruh cabang ilmu pengetahuan modern
  • D. Menjadi peserta didik yang kreatif, cakap, dan mandiri

Jawaban: C
Tujuan Pendidikan Pancasila menekankan pembentukan karakter spiritual, akhlak mulia, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai warga negara demokratis, bukan penguasaan seluruh cabang ilmu pengetahuan modern.

4.Dasar yuridis, filosofis, dan sosiologis menjadi alasan pentingnya Pendidikan Pancasila diselenggarakan di perguruan tinggi. Ketiga hal tersebut merupakan…

  • A. Kompetensi Pendidikan Pancasila
  • B. Landasan Pendidikan Pancasila
  • C. Hakikat Pendidikan Pancasila
  • D. Tujuan Pendidikan Pancasila

Jawaban: B
Landasan Pendidikan Pancasila terdiri dari tiga pilar utama yakni landasan yuridis, filosofis, dan sosiologis yang menjadi pijakan argumentatif penyelenggaraannya di perguruan tinggi.

5.Kebutuhan mendesak untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa merupakan…

  • A. Hakikat Pendidikan Pancasila
  • B. Urgensi Pendidikan Pancasila
  • C. Tujuan Pendidikan Pancasila
  • D. Landasan Pendidikan Pancasila

Jawaban: B
Urgensi Pendidikan Pancasila terletak pada sifatnya yang mendesak, yaitu sebagai benteng bagi generasi muda untuk menangkal ideologi asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

6.Pendidikan Pancasila pada hakikatnya merupakan proses pembentukan karakter dan jati diri bangsa yang berakar pada…

  • A. Nilai-nilai luhur Pancasila
  • B. Sistem pemerintahan demokratis
  • C. Perkembangan ilmu pengetahuan modern
  • D. Tradisi akademik perguruan tinggi

Jawaban: A
Hakikat Pendidikan Pancasila adalah proses pembentukan karakter dan jati diri bangsa yang akarnya berada pada nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman hidup.

7.Seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dimiliki peserta didik setelah menempuh mata kuliah Pendidikan Pancasila disebut…

  • A. Kompetensi Pendidikan Pancasila
  • B. Capaian Pembelajaran
  • C. Landasan Pendidikan Pancasila
  • D. Urgensi Pendidikan Pancasila

Jawaban: A
Kompetensi Pendidikan Pancasila mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang menjadi target penguasaan peserta didik setelah menyelesaikan mata kuliah ini.

8.Landasan Pendidikan Pancasila yang bertumpu pada kondisi nyata masyarakat Indonesia yang plural dan multikultural adalah landasan…

  • A. Yuridis
  • B. Filosofis
  • C. Sosiologis
  • D. Historis

Jawaban: C
Landasan sosiologis menyoroti realitas masyarakat Indonesia yang plural dan multikultural sebagai alasan pentingnya Pendidikan Pancasila ditanamkan untuk menjaga kohesi sosial.

9.Pendidikan Pancasila bertujuan menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan tersebut bersifat…

  • A. Intelektual
  • B. Ekonomi
  • C. Politik
  • D. Spiritual

Jawaban: D
Aspek keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan dimensi spiritual dari tujuan Pendidikan Pancasila yang membedakannya dari tujuan pendidikan murni intelektual.

10.Berikut ini yang bukan merupakan ciri dari Pendidikan Pancasila sebagai proses pembentukan karakter bangsa adalah…

  • A. Berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila
  • B. Berfungsi sebagai pedoman hidup bermasyarakat
  • C. Berorientasi pada pengembangan kekuatan spiritual dan akhlak mulia
  • D. Berfokus pada penguasaan teknologi mutakhir

Jawaban: D
Pendidikan Pancasila menitikberatkan pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan akhlak mulia berdasarkan nilai luhur Pancasila, sedangkan fokus pada penguasaan teknologi mutakhir bukan termasuk ciri proses pembentukan karakter bangsa.

11.

Mahasiswa yang gemar melakukan kegiatan sosial tanpa pamrih dan aktif bergotong royong di masyarakat menunjukkan penguasaan kompetensi Pendidikan Pancasila pada aspek…

  • A. Pengetahuan
  • B. Keterampilan
  • C. Sikap
  • D. Strategi

Jawaban: C
Kegiatan sosial tanpa pamrih dan gotong royong mencerminkan dimensi sikap dalam kompetensi Pendidikan Pancasila, yaitu implementasi nilai-nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

12.

Mata kuliah Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memiliki landasan yuridis, artinya keberadaannya…

  • A. Didasarkan pada filsafat Pancasila
  • B. Diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan
  • C. Didasarkan pada kebutuhan masyarakat
  • D. Didorong oleh perkembangan global

Jawaban: B
Landasan yuridis berarti penyelenggaraan Pendidikan Pancasila memiliki dasar hukum yang sah dan diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

13.

Proses pembelajaran dalam Pendidikan Pancasila yang menekankan keaktifan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya mencerminkan pendekatan…

  • A. Berpusat pada pendidik
  • B. Berpusat pada materi
  • C. Berpusat pada peserta didik
  • D. Berpusat pada administrasi

Jawaban: C
Definisi Pendidikan Pancasila menekankan keaktifan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, yang merupakan ciri dari pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

14.

Pendidikan Pancasila sebagai wahana pengembangan kepribadian dan kecerdasan warga negara menunjukkan bahwa pendidikan ini berfungsi sebagai…

  • A. Pembentukan manusia seutuhnya
  • B. Transfer pengetahuan semata
  • C. Pelatihan keterampilan teknis
  • D. Indoktrinasi ideologis

Jawaban: A
Fungsi Pendidikan Pancasila adalah membentuk manusia secara utuh yang mencakup dimensi spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia, tidak sebatas transfer pengetahuan atau keterampilan teknis.

15.

Seorang dosen merancang perkuliahan Pendidikan Pancasila dengan menggabungkan diskusi kritis, studi kasus sosial, dan proyek pengabdian masyarakat. Rancangan ini terutama bertujuan mengembangkan kompetensi mahasiswa pada aspek…

  • A. Pengetahuan konseptual
  • B. Ketaatan administratif
  • C. Hafalan sila-sila Pancasila
  • D. Keterampilan terpadu

Jawaban: D
Penggabungan diskusi kritis, studi kasus, dan proyek pengabdian masyarakat mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu sehingga mengembangkan kompetensi secara holistik.

16.

Pendidikan Pancasila yang ideal mampu menjadikan peserta didik memahami nilai-nilai kebangsaan dan mengamalkannya dalam kehidupan. Hal ini paling tepat merepresentasikan hubungan antara kompetensi…

  • A. Pengetahuan dan sikap
  • B. Sikap dan pengetahuan
  • C. Pengetahuan dan keterampilan sosial
  • D. Keterampilan teknis dan sikap

Jawaban: A
Memahami nilai-nilai kebangsaan merupakan ranah pengetahuan, sedangkan mengamalkannya dalam kehidupan merupakan ranah sikap. Hubungan ini menunjukkan keterkaitan pengetahuan dan sikap dalam kompetensi Pendidikan Pancasila.

17.

Mata kuliah Pendidikan Pancasila wajib diselenggarakan di semua perguruan tinggi di Indonesia. Sifat wajib ini menegaskan bahwa Pendidikan Pancasila memiliki dimensi…

  • A. Akademik-teoretis
  • B. Personal-individual
  • C. Internasional-universal
  • D. Kebangsaan-kolektif

Jawaban: D
Sifat wajib Pendidikan Pancasila di semua perguruan tinggi menunjukkan dimensi kebangsaan yang bersifat kolektif, karena negara memandang penting penanaman nilai Pancasila kepada seluruh generasi penerus bangsa secara serentak.

18.

Seorang mahasiswa mampu mengidentifikasi pengaruh ideologi transnasional terhadap identitas kebangsaan dan merumuskan sikap kritis berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Capaian ini menunjukkan urgensi Pendidikan Pancasila dalam hal…

  • A. pembentengan terhadap ideologi asing
  • B. pembentukan keterampilan vokasional
  • C. pemenuhan kredit akademik semata
  • D. pelestarian budaya tradisional

Jawaban: A
Urgensi Pendidikan Pancasila terletak pada kebutuhan mendesak untuk membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa.

19.

Dalam sidang BPUPKI pertama, beberapa tokoh menyampaikan usulan dasar negara. Tokoh yang mengusulkan lima dasar yang kemudian dikenal sebagai Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 adalah…

  • A. Soekarno
  • B. Soepomo
  • C. Mohammad Yamin
  • D. Mohammad Hatta

Jawaban: A
Soekarno menyampaikan pidato pada 1 Juni 1945 yang mengusulkan lima dasar negara, yang kemudian dinamakan Pancasila.

20.

Dokumen yang memuat rumusan dasar negara hasil kompromi antara kelompok nasionalis dan Islam sebelum pengesahan Pembukaan UUD 1945 dikenal sebagai…

  • A. Proklamasi Kemerdekaan
  • B. Keputusan PPKI
  • C. Piagam Jakarta
  • D. Maklumat Wakil Presiden

Jawaban: C
Piagam Jakarta adalah dokumen historis hasil kompromi yang memuat rancangan Pembukaan UUD 1945 dengan rumusan sila pertama yang khas.

21.

Panitia kecil yang bertugas merumuskan kembali usulan-usulan dasar negara dan menghasilkan Piagam Jakarta dipimpin oleh…

  • A. Mohammad Hatta
  • B. Soepomo
  • C. Soekarno
  • D. Mohammad Yamin

Jawaban: C
Panitia Sembilan diketuai oleh Soekarno dan bertugas merumuskan kembali serta menyepakati dasar negara yang kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta.

22.

Berikut ini yang bukan merupakan anggota Panitia Sembilan adalah…

  • A. Soekarno
  • B. Mohammad Hatta
  • C. A.A. Maramis
  • D. Soepomo

Jawaban: D
Soepomo bukan anggota Panitia Sembilan; anggotanya antara lain Soekarno, Hatta, Maramis, dan tokoh-tokoh Islam seperti Wahid Hasyim.

23.

Perbedaan utama antara rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta dengan Pembukaan UUD 1945 terletak pada sila…

  • A. ketiga
  • B. kedua
  • C. pertama
  • D. keempat

Jawaban: C
Piagam Jakarta memuat sila pertama 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya', yang kemudian diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa' dalam Pembukaan UUD 1945.

24.

Fungsi utama BPUPKI dalam konteks sejarah perumusan Pancasila adalah sebagai…

  • A. badan yang mengesahkan UUD
  • B. pemerintahan sementara Indonesia
  • C. panitia pemilihan presiden pertama
  • D. lembaga yang menyelidiki usaha-usaha persiapan kemerdekaan

Jawaban: D
BPUPKI dibentuk oleh Jepang untuk menyelidiki dan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan bagi kemerdekaan Indonesia, termasuk perumusan dasar negara.

25.

Sidang kedua BPUPKI yang berlangsung pada 10-17 Juli 1945 membahas hal fundamental, yaitu…

  • A. pemilihan kepala negara
  • B. rancangan undang-undang dasar
  • C. batas wilayah negara
  • D. lambang negara

Jawaban: B
Sidang kedua BPUPKI difokuskan pada pembahasan rancangan Undang-Undang Dasar, termasuk di dalamnya rumusan dasar negara yang telah dihasilkan Panitia Sembilan.

26.

Setelah melalui diskusi dalam Panitia Sembilan, naskah dasar negara yang disepakati dikenal sebagai…

  • A. Naskah Proklamasi
  • B. Piagam Jakarta
  • C. Dekrit Presiden
  • D. Konstitusi RIS

Jawaban: B
Hasil rumusan Panitia Sembilan secara resmi dinamakan Piagam Jakarta atau Jakarta Charter, yang kemudian menjadi dasar bagi Pembukaan UUD 1945.

27.

Periode perlawanan terhadap kolonialisme yang menjadi momentum awal pembentukan kesadaran nasional Indonesia terjadi pada…

  • A. Masa Penjajahan
  • B. Era Reformasi
  • C. Masa Orde Baru
  • D. Masa Demokrasi Terpimpin

Jawaban: A
Masa Penjajahan merupakan periode krusial di mana perlawanan terhadap kolonialisme memicu tumbuhnya kesadaran nasional sebagai cikal bakal persatuan Indonesia.

28.

Fase kebangkitan organisasi-organisasi modern yang mengubah corak perjuangan dari bersifat kedaerahan menjadi nasional disebut…

  • A. Masa Penjajahan
  • B. Era Reformasi
  • C. Masa Pergerakan Nasional
  • D. Masa Orde Lama

Jawaban: C
Masa Pergerakan Nasional ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi modern seperti Budi Utomo yang menyatukan perjuangan dalam skala nasional, bukan lagi kedaerahan.

29.

Pergeseran karakter perjuangan bangsa Indonesia pada awal abad ke-20 dari perjuangan fisik kedaerahan menuju pergerakan nasional terorganisir menunjukkan adanya…

  • A. kemunduran semangat juang
  • B. ketergantungan pada pihak asing
  • C. fragmentasi kekuatan rakyat
  • D. peningkatan kesadaran berbangsa

Jawaban: D
Peralihan dari perjuangan kedaerahan ke pergerakan nasional mencerminkan peningkatan kesadaran berbangsa dan pemahaman bahwa persatuan diperlukan untuk melawan kolonialisme.

30.

Setelah tahun 1998, upaya untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa yang lebih demokratis merupakan ciri dari…

  • A. Era Reformasi
  • B. Masa Orde Baru
  • C. Masa Pergerakan Nasional
  • D. Masa Penjajahan

Jawaban: A
Era Reformasi pasca-1998 ditandai dengan reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila agar relevan dengan kehidupan berbangsa yang demokratis dan terbuka.

31.

Kesadaran nasional yang tumbuh pada masa pergerakan nasional terutama dipicu oleh…

  • A. campur tangan militer Jepang
  • B. kebijakan desentralisasi kolonial
  • C. dominasi ekonomi kerajaan asing
  • D. pengaruh politik etis dan pendidikan modern

Jawaban: D
Politik etis, khususnya di bidang pendidikan, melahirkan kaum terpelajar yang menjadi motor penggerak organisasi pergerakan nasional dan menumbuhkan kesadaran berbangsa.

32.

Berikut ini yang bukan merupakan karakteristik perjuangan pada masa pergerakan nasional adalah…

  • A. menggunakan organisasi modern
  • B. mengandalkan kekuatan fisik lokal
  • C. berskala nasional
  • D. dipimpin oleh kaum terpelajar

Jawaban: B
Perjuangan masa pergerakan nasional tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik lokal, melainkan menggunakan organisasi modern, diplomasi, dan gerakan politik berskala nasional.

33.

Seorang sejarawan meneliti dokumen-dokumen dari awal abad ke-20 dan menemukan bahwa organisasi seperti Sarekat Islam dan Indische Partij mulai menuntut kemerdekaan penuh, bukan sekadar perbaikan nasib. Temuan ini paling tepat menggambarkan dinamika pada…

  • A. Masa Penjajahan awal
  • B. Masa Pergerakan Nasional
  • C. Era Reformasi
  • D. Masa Demokrasi Terpimpin

Jawaban: B
Tuntutan kemerdekaan penuh oleh organisasi-organisasi modern merupakan ciri khas Masa Pergerakan Nasional yang mengubah orientasi perjuangan dari reformasi menuju kemerdekaan.

34.

Revitalisasi nilai-nilai Pancasila pada Era Reformasi terutama diwujudkan melalui…

  • A. pengarusutamaan demokrasi dan HAM
  • B. sentralisasi kekuasaan presiden
  • C. penguatan dwifungsi militer
  • D. pembatasan kebebasan pers

Jawaban: A
Era Reformasi menekankan pengarusutamaan demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan berpendapat sebagai perwujudan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

35.

Tokoh yang mengemukakan gagasan agar negara Indonesia merdeka harus berlandaskan pada kelima prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan dalam sidang BPUPKI adalah…

  • A. Soepomo
  • B. Mohammad Yamin
  • C. Soekarno
  • D. Mohammad Hatta

Jawaban: C
Pada sidang BPUPKI pertama (29 Mei – 1 Juni 1945), Ir. Soekarno menyampaikan pidato pada 1 Juni 1945 yang mengusulkan lima prinsip dasar negara, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang berkebudayaan. Usulan ini menjadi salah satu cikal bakal rumusan Pancasila. Soepomo mengusulkan dasar negara yang menekankan pada paham negara integralistik, sedangkan Mohammad Yamin menyampaikan usulan secara tertulis maupun lisan yang berbeda substansinya. Mohammad Hatta lebih banyak terlibat dalam perumusan lanjutan sebagai anggota Panitia Sembilan.

36.

Kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk menuntut Pancasila berfungsi sebagai pemersatu berbagai perbedaan. Dalam konteks historis, kesadaran untuk bersatu melampaui ikatan primordial mulai terbentuk secara terorganisir pada masa…

  • A. Kerajaan-kerajaan Nusantara
  • B. Perlawanan fisik terhadap VOC
  • C. Pergerakan nasional
  • D. Pendudukan Jepang

Jawaban: C
Masa pergerakan nasional merupakan fase penting dalam sejarah Indonesia di mana perjuangan tidak lagi bersifat kedaerahan, melainkan bersatu dalam wadah organisasi modern dengan cita-cita Indonesia merdeka. Kesadaran untuk mengatasi perbedaan suku, agama, dan ikatan primordial lainnya demi tujuan bersama sebagai bangsa Indonesia mulai terlembaga melalui organisasi-organisasi seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Partai Nasional Indonesia. Hal ini menjadi fondasi historis bagi fungsi pemersatu Pancasila.

37.

Fundamen atau fondasi yang menjadi tumpuan dan sumber hukum tertinggi bagi berdirinya suatu negara disebut…

  • A. Paradigma
  • B. Ideologi Negara
  • C. Sistem Filsafat
  • D. Dasar Negara

Jawaban: D
Dasar negara adalah landasan fundamental yang menjadi tumpuan berdirinya suatu negara serta sumber hukum tertinggi di dalamnya.

38.

Menurut Hans Kelsen, norma tertinggi yang menjadi sumber dan dasar bagi pembentukan seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya dinamakan…

  • A. Staatsfundamentalnorm
  • B. Ideologi Negara
  • C. Norma Fundamental Negara
  • D. Sumber Hukum Tata Negara

Jawaban: C
Hans Kelsen mengemukakan konsep norma fundamental negara sebagai norma tertinggi yang menjadi dasar bagi seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya.

39.

Istilah Jerman yang digunakan Hans Nawiasky untuk menyebut norma fundamental negara sebagai landasan filosofis dan yuridis keberadaan sebuah negara adalah…

  • A. Grundnorm
  • B. Verfassung
  • C. Rechtsstaat
  • D. Staatsfundamentalnorm

Jawaban: D
Hans Nawiasky menggunakan istilah Staatsfundamentalnorm untuk menyebut norma fundamental negara yang menjadi landasan filosofis dan yuridis bagi keberadaan negara.

40.

Berikut ini yang bukan merupakan konsep yang berkaitan langsung dengan dasar negara adalah…

  • A. Norma Fundamental Negara
  • B. Ideologi Terbuka
  • C. Sumber hukum tertinggi
  • D. Staatsfundamentalnorm

Jawaban: B
Ideologi terbuka adalah konsep dalam kajian ideologi, bukan konsep yang secara langsung mendefinisikan dasar negara seperti norma fundamental atau sumber hukum tertinggi.

41.

Hubungan antara dasar negara dengan peraturan perundang-undangan di bawahnya bersifat…

  • A. Sejajar dan saling melengkapi
  • B. Hierarkis, dasar negara menjadi sumber legitimasi
  • C. Tidak saling mempengaruhi
  • D. Dasar negara tunduk pada undang-undang

Jawaban: B
Dasar negara memiliki kedudukan hierarkis tertinggi sebagai sumber legitimasi dan sumber dari segala sumber hukum, sehingga seluruh peraturan perundang-undangan di bawahnya harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengannya.

42.

Norma fundamental negara berbeda dari ideologi negara karena norma fundamental negara lebih menekankan pada aspek…

  • A. Keyakinan dan cita-cita masyarakat
  • B. Pedoman perilaku sehari-hari
  • C. Landasan yuridis pembentukan hukum
  • D. Pandangan hidup bangsa

Jawaban: C
Norma fundamental negara merupakan konsep yuridis yang menjadi landasan pembentukan seluruh peraturan perundang-undangan, sedangkan ideologi lebih menekankan pada keyakinan dan cita-cita.

43.

Suatu negara merumuskan aturan-aturan hukum positif yang semuanya harus merujuk pada satu sumber tertinggi. Konsep ini dalam teori Hans Nawiasky dikenal sebagai…

  • A. Grundnorm
  • B. Staatsfundamentalnorm
  • C. Rechtsidee
  • D. Volksgeist

Jawaban: B
Dalam teori Hans Nawiasky, Staatsfundamentalnorm adalah norma fundamental yang menjadi sumber tertinggi bagi seluruh aturan hukum positif di suatu negara.

44.

Dasar negara berfungsi sebagai fundamen berdirinya negara. Hal ini mengandung arti bahwa dasar negara…

  • A. Dapat diubah sesuai perkembangan zaman
  • B. Bersifat sementara sebelum terbentuk undang-undang
  • C. Hanya berlaku bagi lembaga legislatif
  • D. Merupakan landasan filosofis yang menopang seluruh bangunan negara

Jawaban: D
Sebagai fundamen, dasar negara menjadi landasan filosofis yang menopang seluruh bangunan negara dan tidak dapat diubah karena menjadi sumber legitimasi keberadaan negara.

45.

Tujuan akhir atau cita-cita luhur yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat disebut…

  • A. Kausa Materialis
  • B. Kausa Efisien
  • C. Kausa Finalis
  • D. Kausa Formalis

Jawaban: C
Kausa finalis merujuk pada tujuan akhir yang menjadi cita-cita luhur bangsa Indonesia, yaitu melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

46.

Kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara memberikan konsekuensi bahwa…

  • A. Setiap produk hukum harus menjiwai dan dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila
  • B. Pancasila hanya menjadi simbol persatuan
  • C. Pancasila dapat dikesampingkan oleh undang-undang
  • D. Produk hukum internasional lebih tinggi dari Pancasila

Jawaban: A
Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila menjiwai setiap produk hukum dan tidak boleh ada peraturan yang bertentangan dengan nilai-nilainya.

47.

Segala sesuatu yang berupa aturan, asas, atau kebiasaan yang menjadi dasar bagi pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia merupakan pengertian dari…

  • A. Dasar Negara
  • B. Norma Fundamental Negara
  • C. Ideologi Bangsa
  • D. Sumber Hukum Tata Negara

Jawaban: D
Sumber hukum tata negara mencakup aturan, asas, atau kebiasaan yang dijadikan dasar pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

48.

Pancasila sebagai dasar falsafah negara mengandung makna bahwa Pancasila berfungsi sebagai…

  • A. Sumber filosofis yang mendasari penyelenggaraan negara dan hukum
  • B. Pedoman hidup yang bersumber dari nilai luhur bangsa
  • C. Panduan praktis administrasi pemerintahan
  • D. Dokumen historis hasil perjuangan rakyat

Jawaban: A
Sebagai dasar falsafah negara, Pancasila menjadi sumber filosofis yang mendasari dan mengilhami penyelenggaraan negara serta seluruh sistem hukum di Indonesia.

49.

Kausa finalis Pancasila tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila memiliki dimensi…

  • A. Teleologis
  • B. Sosiologis
  • C. Historis
  • D. Epistemologis

Jawaban: A
Dimensi teleologis berkaitan dengan tujuan akhir yang ingin dicapai, sesuai dengan kausa finalis yang memuat cita-cita luhur bangsa.

50.

Bila sebuah undang-undang terbukti bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, maka konsekuensi yang tepat berdasarkan kedudukan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum adalah…

  • A. Undang-undang tetap berlaku hingga diamandemen
  • B. Pancasila yang harus disesuaikan dengan undang-undang
  • C. Undang-undang tersebut kehilangan legitimasi dan harus dibatalkan
  • D. Presiden dapat mengesampingkan Pancasila

Jawaban: C
Suatu undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila kehilangan legitimasinya karena Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, sehingga undang-undang tersebut tidak sah dan harus dibatalkan.

51.

Berikut ini yang bukan merupakan dimensi Pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah…

  • A. Kemampuan beradaptasi dengan ideologi asing
  • B. Kedudukan sebagai sumber segala sumber hukum
  • C. Landasan pembentukan peraturan perundang-undangan
  • D. Kausa finalis sebagai tujuan akhir bangsa

Jawaban: A
Kemampuan beradaptasi dengan ideologi asing bukan merupakan dimensi Pancasila sebagai dasar falsafah negara; dimensi dasar falsafah mencakup aspek filosofis, teleologis, dan yuridis.

52.

Pernyataan dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan merupakan wujud dari…

  • A. tujuan nasional
  • B. cita-cita hukum
  • C. pokok pikiran
  • D. pernyataan kemerdekaan

Jawaban: C
Pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan kaidah fundamental yang menjadi sumber dan pedoman bagi penyusunan pasal-pasal dalam batang tubuh UUD. Pernyataan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa adalah pokok pikiran pertama yang mendasari tujuan negara.

53.

Seperangkat gagasan, keyakinan, dan cita-cita yang tersusun secara sistematis serta menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara merupakan pengertian dari…

  • A. Dasar Negara
  • B. Ideologi
  • C. Paradigma
  • D. Filsafat

Jawaban: B
Ideologi adalah sistem gagasan yang tersusun rapi dan berfungsi sebagai pedoman hidup bersama dalam suatu negara.

54.

Ideologi yang mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman, menghargai pluralitas pemikiran, dan tetap mempertahankan nilai dasarnya disebut ideologi…

  • A. Doktriner
  • B. Tertutup
  • C. Pragmatis
  • D. Terbuka

Jawaban: D
Ideologi terbuka bersifat dinamis, adaptif terhadap perubahan, dan menghargai keberagaman tanpa kehilangan jati diri.

55.

Sebuah ideologi menolak segala bentuk adaptasi terhadap nilai-nilai baru dan memaksakan satu kebenaran tunggal kepada seluruh warga negara. Karakteristik ini menunjukkan bahwa ideologi tersebut bersifat…

  • A. Tertutup
  • B. Terbuka
  • C. Inklusif
  • D. Pluralis

Jawaban: A
Ideologi tertutup bersifat kaku, dogmatis, dan memaksakan keseragaman nilai tanpa memberi ruang bagi perbedaan atau adaptasi.

56.

Berikut ini yang bukan merupakan karakteristik ideologi terbuka adalah…

  • A. Menghargai pluralitas pemikiran
  • B. Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman
  • C. Bersifat dogmatis dan kaku
  • D. Berkembang melalui musyawarah dan konsensus

Jawaban: C
Dogmatis dan kaku adalah ciri ideologi tertutup, bukan ideologi terbuka yang justru luwes dan menerima dinamika.

57.

Perbedaan mendasar antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup terletak pada…

  • A. Ada tidaknya cita-cita luhur
  • B. Sikap terhadap perubahan dan pluralitas
  • C. Jumlah gagasan yang terkandung
  • D. Asal negara pencetus ideologi

Jawaban: B
Ideologi terbuka menerima perubahan dan pluralitas, sedangkan ideologi tertutup menolak keduanya dan bersifat kaku.

58.

Pancasila digolongkan sebagai ideologi terbuka karena digali dari…

  • A. Pemikiran satu tokoh bangsa
  • B. Nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat
  • C. Teori-teori filsafat Barat
  • D. Doktrin politik internasional

Jawaban: B
Pancasila sebagai ideologi terbuka bersumber dari kekayaan nilai, budaya, dan religiusitas yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia.

59.

Seorang pemimpin negara menyatakan bahwa ideologi nasionalnya tidak boleh diubah sedikit pun dan menolak pengaruh globalisasi. Berdasarkan konsep ideologi, sikap ini merepresentasikan ideologi…

  • A. Revolusioner
  • B. Terbuka
  • C. Tertutup
  • D. Konservatif

Jawaban: C
Penolakan terhadap perubahan dan pengaruh luar adalah karakteristik utama ideologi tertutup yang bersifat dogmatis dan kaku.

60.

Dibandingkan dengan ideologi tertutup, ideologi terbuka memiliki keunggulan dalam hal…

  • A. Stabilitas nilai yang abadi tanpa revisi
  • B. Kemurnian ajaran yang bebas interpretasi
  • C. Kemampuan beradaptasi terhadap dinamika zaman
  • D. Penyeragaman pola pikir warga negara

Jawaban: C
Ideologi terbuka unggul karena fleksibel menyesuaikan diri dengan perubahan, sementara ideologi tertutup cenderung stagnan.

61.

Nilai-nilai yang hidup, tumbuh, dan berkembang dalam masyarakat Indonesia yang digali dari kebudayaan, adat istiadat, dan religiusitas merupakan pengertian dari ideologi…

  • A. Universal
  • B. Negara
  • C. Global
  • D. Bangsa

Jawaban: D
Ideologi bangsa merujuk pada nilai-nilai asli yang bersumber dari khazanah budaya dan tradisi masyarakat suatu bangsa.

62.

Kemampuan ideologi untuk mencerminkan dan mewujudkan nilai-nilai yang benar-benar hidup dalam masyarakat disebut dimensi…

  • A. Normativitas
  • B. Idealisme
  • C. Fleksibilitas
  • D. Realitas

Jawaban: D
Dimensi realitas menekankan bahwa ideologi harus sesuai dengan kondisi nyata dan nilai yang dihayati masyarakat.

63.

Dimensi idealisme dalam Pancasila sebagai ideologi mengandung makna bahwa Pancasila…

  • A. Mencerminkan kondisi aktual kehidupan masyarakat
  • B. Memberikan harapan dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita masa depan
  • C. Menyesuaikan diri dengan perubahan zaman
  • D. Menjadi norma hukum tertinggi

Jawaban: B
Dimensi idealisme adalah kemampuan ideologi memberi inspirasi dan dorongan kepada masyarakat untuk mencapai cita-cita luhur.

64.

Kemampuan Pancasila untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya menunjukkan dimensi…

  • A. Fleksibilitas
  • B. Realitas
  • C. Idealisme
  • D. Stabilitas

Jawaban: A
Dimensi fleksibilitas berkaitan dengan daya adaptasi ideologi terhadap dinamika zaman dengan tetap mempertahankan nilai intinya.

65.

Berikut ini yang bukan merupakan dimensi ideologi Pancasila adalah…

  • A. Dimensi fleksibilitas
  • B. Dimensi realitas
  • C. Dimensi idealisme
  • D. Dimensi doktriner

Jawaban: D
Pancasila memiliki tiga dimensi utama yaitu realitas, idealisme, dan fleksibilitas. Dimensi doktriner bukan bagian dari dimensi ideologi Pancasila.

66.

Agar ideologi Pancasila tidak kehilangan relevansinya di tengah dinamika global, maka Pancasila harus senantiasa dikembangkan melalui interpretasi yang kontekstual terhadap nilai-nilai dasarnya. Hal ini merupakan perwujudan dari dimensi…

  • A. Realitas, karena nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam praktik kehidupan nyata
  • B. Idealisme, karena Pancasila memberikan cita-cita luhur untuk diperjuangkan di masa depan
  • C. Fleksibilitas, karena Pancasila mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan esensi
  • D. Normatif, karena Pancasila menjadi sumber norma hukum tertinggi dalam penyelenggaraan negara

Jawaban: C
Kemampuan sebuah ideologi untuk tetap relevan seiring perkembangan zaman memerlukan adanya interpretasi yang dinamis namun tidak mendistorsi nilai fundamentalnya. Dalam konteks Pancasila, kapasitas untuk menyesuaikan diri dengan tantangan dan perubahan sosial tanpa kehilangan jati dirinya inilah yang merupakan dimensi fleksibilitas. Dimensi ini memungkinkan Pancasila tetap aktual dan operasional sebagai pedoman dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti globalisasi dan revolusi digital. Berbeda dengan realitas yang menekankan perwujudan nilai saat ini, idealisme yang berfokus pada cita-cita masa depan, atau normatif yang bersifat statis sebagai sumber hukum.

67.

Seorang pemimpin daerah membuat program yang mengajak warganya membayangkan dan berjuang mencapai masyarakat adil makmur pada tahun 2045. Program ini memanfaatkan dimensi ideologi berupa…

  • A. Idealisme
  • B. Realitas
  • C. Fleksibilitas
  • D. Pragmatisme

Jawaban: A
Dimensi idealisme berperan memberi harapan dan motivasi ke depan, seperti mengajak masyarakat mencapai cita-cita masa depan.

68.

Dimensi fleksibilitas Pancasila memungkinkan nilai-nilainya tetap relevan meskipun terjadi perubahan sosial. Hal ini terutama penting dalam menghadapi…

  • A. Penggantian Pembukaan UUD 1945
  • B. Pelestarian dokumen sejarah
  • C. Era globalisasi dan kemajuan teknologi
  • D. Penghapusan nilai-nilai tradisional

Jawaban: C
Fleksibilitas diperlukan agar Pancasila mampu merespons tantangan baru seperti globalisasi dan kemajuan teknologi tanpa kehilangan esensinya.

69.

Berpikir secara mendalam, radikal, sistematis, dan universal untuk mencari hakikat kebenaran dari segala sesuatu merupakan pengertian dari…

  • A. sistem filsafat
  • B. filsafat
  • C. epistemologi
  • D. ontologi

Jawaban: B
Filsafat adalah aktivitas berpikir yang mendalam, radikal, sistematis, dan universal untuk mencari hakikat kebenaran. Sistem filsafat adalah rangkaian pemikiran yang tersusun koheren, sedangkan ontologi dan epistemologi adalah cabang-cabang filsafat.

70.

Suatu rangkaian pemikiran yang tersusun secara koheren, logis, dan saling berhubungan tentang objek material tertentu disebut…

  • A. paradigma
  • B. ideologi
  • C. sistem filsafat
  • D. dasar negara

Jawaban: C
Sistem filsafat merupakan rangkaian pemikiran yang tersusun koheren, logis, dan saling berhubungan mengenai objek material tertentu. Paradigma adalah kerangka berpikir, ideologi adalah seperangkat gagasan sistematis, dan dasar negara adalah fondasi hukum tertinggi.

71.

Cabang filsafat yang menyelidiki hakikat dari segala sesuatu yang ada disebut…

  • A. aksiologi
  • B. epistemologi
  • C. ontologi
  • D. kosmologi

Jawaban: C
Ontologi adalah cabang filsafat yang mengkaji hakikat keberadaan atau segala sesuatu yang ada. Epistemologi menyelidiki sumber dan validitas pengetahuan, sedangkan aksiologi menyelidiki hakikat nilai.

72.

Cabang filsafat yang menyelidiki sumber, proses, dan validitas pengetahuan adalah…

  • A. ontologi
  • B. metodologi
  • C. aksiologi
  • D. epistemologi

Jawaban: D
Epistemologi mengkaji sumber, proses, dan validitas pengetahuan. Ontologi menyelidiki hakikat keberadaan, aksiologi menyelidiki hakikat nilai, dan metodologi berkaitan dengan metode penelitian.

73.

Cabang filsafat yang menyelidiki hakikat, jenis, dan indikator nilai dikenal sebagai…

  • A. aksiologi
  • B. epistemologi
  • C. ontologi
  • D. fenomenologi

Jawaban: A
Aksiologi adalah cabang filsafat yang mengkaji hakikat, jenis, dan indikator nilai, termasuk nilai etika dan estetika. Ontologi mengkaji hakikat keberadaan, epistemologi mengkaji pengetahuan, dan fenomenologi adalah aliran filsafat tentang pengalaman kesadaran.

74.

Berikut ini yang bukan merupakan cabang utama dalam sistem filsafat adalah…

  • A. ontologi
  • B. epistemologi
  • C. aksiologi
  • D. ideologi

Jawaban: D
Tiga cabang utama filsafat adalah ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ideologi bukanlah cabang filsafat, melainkan seperangkat gagasan, keyakinan, dan cita-cita yang tersusun sistematis sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

75.

Perbedaan mendasar antara ontologi dan epistemologi terletak pada fokus kajiannya, yaitu ontologi mengkaji hakikat…

  • A. nilai, sedangkan epistemologi mengkaji keberadaan
  • B. keberadaan, sedangkan epistemologi mengkaji pengetahuan
  • C. pengetahuan, sedangkan epistemologi mengkaji nilai
  • D. keberadaan, sedangkan epistemologi mengkaji nilai

Jawaban: B
Ontologi mengkaji hakikat keberadaan atau segala sesuatu yang ada, sedangkan epistemologi mengkaji sumber, proses, dan validitas pengetahuan. Aksiologi-lah yang mengkaji hakikat nilai.

76.

Seorang mahasiswa merenungkan pertanyaan mendasar tentang apa yang membedakan pengetahuan yang benar dari yang keliru. Pertanyaan ini termasuk dalam kajian…

  • A. ontologi
  • B. aksiologi
  • C. epistemologi
  • D. logika

Jawaban: C
Pertanyaan tentang kriteria kebenaran pengetahuan termasuk dalam kajian epistemologi, yang menyelidiki sumber, proses, dan validitas pengetahuan. Ontologi berkaitan dengan hakikat keberadaan, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai.

77.

Keterkaitan erat dan hierarkis-piramidal antar sila dalam Pancasila, di mana setiap sila mendasari dan dijiwai sila lainnya, menunjukkan bahwa Pancasila memiliki…

  • A. susunan kesatuan organis
  • B. dasar epistemologis
  • C. dasar ontologis
  • D. dasar aksiologis

Jawaban: A
Susunan kesatuan organis adalah hubungan erat dan hierarkis-piramidal antarsila dalam Pancasila, di mana sila pertama mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. Dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis masing-masing berkaitan dengan hakikat keberadaan, sumber pengetahuan, dan nilai.

78.

Hakikat objek material Pancasila yang berupa manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial merupakan…

  • A. dasar ontologis Pancasila
  • B. dasar epistemologis Pancasila
  • C. dasar aksiologis Pancasila
  • D. dasar ideologis Pancasila

Jawaban: A
Dasar ontologis Pancasila menempatkan manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial sebagai hakikat objek materialnya. Dasar epistemologis berkaitan dengan sumber pengetahuan Pancasila, sedangkan dasar aksiologis berkaitan dengan nilai-nilai yang dikandungnya.

79.

Sumber pengetahuan Pancasila yang digali dari pengalaman, kebudayaan, dan religiusitas bangsa Indonesia merupakan…

  • A. dasar ontologis Pancasila
  • B. dasar epistemologis Pancasila
  • C. dasar aksiologis Pancasila
  • D. dasar ideologis Pancasila

Jawaban: B
Dasar epistemologis Pancasila adalah sumber pengetahuan yang digali dari pengalaman, kebudayaan, dan religiusitas bangsa Indonesia. Ini menjadi landasan bagaimana nilai-nilai Pancasila diketahui dan disahkan kebenarannya.

80.

Nilai-nilai Pancasila yang mencakup nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis merupakan wujud dari…

  • A. dasar aksiologis Pancasila
  • B. dasar epistemologis Pancasila
  • C. dasar ontologis Pancasila
  • D. dasar ideologis Pancasila

Jawaban: A
Dasar aksiologis Pancasila mencakup tiga tingkatan nilai: nilai dasar yang bersifat fundamental, nilai instrumental sebagai penjabaran nilai dasar, dan nilai praksis sebagai penerapan nyata dalam kehidupan. Ini merupakan pedoman perilaku yang bersumber dari Pancasila.

81.

Nilai-nilai yang bersifat fundamental dan tidak berubah dalam Pancasila disebut…

  • A. nilai instrumental
  • B. nilai dasar
  • C. nilai praksis
  • D. nilai dinamis

Jawaban: B
Nilai dasar adalah nilai-nilai fundamental dalam Pancasila yang bersifat tetap dan tidak berubah, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai instrumental adalah penjabarannya dalam bentuk norma dan aturan, sedangkan nilai praksis adalah penerapan konkretnya.

82.

Berikut ini yang bukan merupakan tingkatan nilai dalam dasar aksiologis Pancasila adalah…

  • A. nilai dasar
  • B. nilai instrumental
  • C. nilai praksis
  • D. nilai ideologis

Jawaban: D
Dasar aksiologis Pancasila terdiri dari tiga tingkatan nilai: nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Nilai ideologis bukan merupakan kategori dalam dasar aksiologis, melainkan berkaitan dengan dimensi ideologi Pancasila secara keseluruhan.

83.

Seorang gubernur menetapkan peraturan daerah tentang zakat profesi yang mewajibkan setiap pegawai muslim menyisihkan sebagian penghasilannya. Peraturan ini merupakan wujud dari…

  • A. nilai dasar Pancasila
  • B. nilai praksis Pancasila
  • C. nilai instrumental Pancasila
  • D. nilai ideologis Pancasila

Jawaban: C
Peraturan daerah adalah penjabaran dari nilai dasar ke dalam bentuk norma hukum yang berlaku, sehingga termasuk nilai instrumental. Nilai dasar bersifat fundamental, sedangkan nilai praksis adalah penerapan dalam perilaku nyata sehari-hari.

84.

Ketika seorang warga negara secara sukarela membantu korban bencana alam tanpa membedakan suku dan agama, ia sedang mengamalkan…

  • A. nilai dasar Pancasila
  • B. nilai instrumental Pancasila
  • C. nilai ideologis Pancasila
  • D. nilai praksis Pancasila

Jawaban: D
Nilai praksis adalah penerapan nyata nilai-nilai Pancasila dalam perilaku sehari-hari. Tindakan sukarela membantu korban bencana tanpa membedakan suku dan agama merupakan wujud konkret pengamalan sila kemanusiaan yang adil dan beradab.

85.

Apa yang dimaksud dengan paradigma dalam konteks pengembangan ilmu menurut Thomas Kuhn…

  • A. Suatu kerangka berpikir atau model untuk memahami dan menginterpretasi fenomena
  • B. Seperangkat nilai dan norma yang memandu perilaku sosial
  • C. Kumpulan teori yang telah diuji secara empiris dan diakui universal
  • D. Metode ilmiah yang digunakan dalam penelitian kuantitatif

Jawaban: A
Thomas Kuhn mendefinisikan paradigma sebagai kerangka berpikir atau model yang digunakan ilmuwan dalam memahami, menjelaskan, dan menginterpretasi suatu fenomena pada periode tertentu.

86.

Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional berorientasi pada nilai-nilai…

  • A. Individualisme, liberalisme, kapitalisme, sekularisme, dan pragmatisme
  • B. Efisiensi, produktivitas, inovasi, daya saing, dan pertumbuhan
  • C. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan
  • D. Tradisi, konservatisme, feodalisme, paternalisme, dan komunalisme

Jawaban: C
Paradigma pembangunan berbasis Pancasila mengintegrasikan kelima sila sebagai landasan orientasi pengembangan ilmu dan pembangunan nasional.

87.

Pandangan bahwa ilmu pengetahuan harus bersifat netral dan terlepas dari pertimbangan etis atau ideologis disebut…

  • A. Ilmu terapan
  • B. Ilmu ideologis
  • C. Ilmu normatif
  • D. Ilmu bebas nilai

Jawaban: D
Ilmu bebas nilai merupakan pandangan yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan berdiri sendiri tanpa dipengaruhi oleh pertimbangan etis, moral, atau ideologis tertentu.

88.

Berikut ini yang bukan merupakan karakteristik Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu adalah…

  • A. Menjadikan nilai ketuhanan sebagai landasan etis pengembangan ilmu
  • B. Mengarahkan ilmu untuk memanusiakan manusia dan memperkuat persatuan
  • C. Mendorong pengembangan ilmu yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
  • D. Memisahkan secara tegas antara fakta ilmiah dan nilai-nilai moral

Jawaban: D
Pancasila sebagai paradigma justru menolak pemisahan tegas antara ilmu dan nilai moral karena setiap pengembangan ilmu harus berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

89.

Perbedaan mendasar antara paradigma pembangunan berbasis Pancasila dengan paradigma materialistik terletak pada…

  • A. Kecepatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi
  • B. Sumber pendanaan dan investasi pembangunan
  • C. Orientasi yang menyeimbangkan aspek material dan spiritual
  • D. Jumlah sektor industri yang dikembangkan

Jawaban: C
Paradigma Pancasila menekankan keseimbangan antara pencapaian material dan spiritual, sedangkan paradigma materialistik cenderung hanya mengejar pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur utama.

90.

Seorang peneliti merancang riset bioteknologi dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kelestarian lingkungan dan martabat manusia. Pendekatan ini mencerminkan…

  • A. Paradigma pembangunan berbasis Pancasila
  • B. Ilmu bebas nilai yang objektif
  • C. Pendekatan materialistik dalam riset
  • D. Pemisahan etika dari metode ilmiah

Jawaban: A
Mempertimbangkan dampak lingkungan dan martabat manusia dalam riset merupakan wujud penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma pengembangan ilmu yang tidak bebas nilai.

91.

Mengapa Pancasila menolak konsep ilmu bebas nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan…

  • A. Karena setiap pengembangan ilmu harus dipertanggungjawabkan secara etis dan moral
  • B. Karena ilmu harus tunduk pada kepentingan politik penguasa
  • C. Karena ilmu hanya boleh dikembangkan oleh lembaga keagamaan
  • D. Karena metode ilmiah bertentangan dengan nilai-nilai tradisional

Jawaban: A
Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab etis dan moral, sehingga pengembangannya harus selaras dengan nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

92.

Penerapan paradigma Pancasila dalam penelitian sosial mengharuskan peneliti untuk…

  • A. Mengabaikan nilai-nilai lokal demi objektivitas ilmiah
  • B. Memprioritaskan metodologi kuantitatif daripada kualitatif
  • C. Menjadikan keadilan dan kemanusiaan sebagai pertimbangan dalam setiap tahap penelitian
  • D. Menghindari topik yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan

Jawaban: C
Paradigma Pancasila dalam penelitian sosial menuntut peneliti memperhatikan dimensi keadilan dan kemanusiaan, sehingga metodologi dan dampak riset tidak merugikan masyarakat.

93.

Konsep pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tetapi juga menyeimbangkan aspek material dan spiritual disebut…

  • A. Pembangunan berkelanjutan
  • B. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya
  • C. Pembangunan infrastruktur terpadu
  • D. Pembangunan ekonomi kerakyatan

Jawaban: B
Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya menekankan keseimbangan antara kemajuan material dan pemenuhan kebutuhan spiritual sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

94.

Pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya merupakan definisi dari…

  • A. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya
  • B. Pertumbuhan ekonomi inklusif
  • C. Pembangunan berkelanjutan
  • D. Paradigma pembangunan nasional

Jawaban: C
Pembangunan berkelanjutan menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan saat ini dengan pelestarian sumber daya agar generasi mendatang tetap dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

95.

Penerapan sila Ketuhanan dalam etika pengembangan ilmu dan pembangunan nasional tercermin dalam…

  • A. Pemisahan urusan agama dari kebijakan pembangunan
  • B. Pertimbangan nilai-nilai religius dalam setiap kebijakan dan riset
  • C. Pembangunan sarana ibadah sebagai satu-satunya indikator keberhasilan
  • D. Pelarangan penelitian yang tidak sejalan dengan satu agama tertentu

Jawaban: B
Implementasi sila Ketuhanan berarti menjadikan nilai-nilai religius sebagai pertimbangan etis dalam merancang kebijakan pembangunan dan kegiatan pengembangan ilmu.

96.

Berikut ini yang bukan merupakan indikator keberhasilan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya adalah…

  • A. Meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat
  • B. Tercapainya pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya tanpa memandang pemerataan
  • C. Menguatnya kesadaran spiritual dan moral warga negara
  • D. Berkembangnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokratis

Jawaban: B
Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya tidak hanya mengukur keberhasilan dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari pemerataan, kesejahteraan spiritual, pendidikan, dan kesehatan.

97.

Seorang kepala daerah merancang program yang memadukan pelatihan keterampilan kerja dengan pembinaan mental spiritual bagi pemuda putus sekolah. Program ini merupakan implementasi dari…

  • A. Pembangunan berkelanjutan
  • B. Paradigma materialistik
  • C. Pertumbuhan ekonomi semata
  • D. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya

Jawaban: D
Program yang menggabungkan aspek keterampilan material dan pembinaan spiritual mencerminkan konsep pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang menyeimbangkan dimensi lahir dan batin.

98.

Pembangunan berkelanjutan dalam perspektif Pancasila menekankan…

  • A. Keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial
  • B. Eksploitasi sumber daya alam semaksimal mungkin untuk pertumbuhan
  • C. Penghentian seluruh proyek infrastruktur demi menjaga alam
  • D. Pertumbuhan industri tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan

Jawaban: A
Dalam perspektif Pancasila, pembangunan berkelanjutan mengintegrasikan kemajuan ekonomi dengan pelestarian lingkungan serta keadilan sosial agar manfaatnya dirasakan lintas generasi.

99.

Ketika sebuah lembaga riset negara menolak pendanaan proyek yang berpotensi merusak ekosistem meskipun menguntungkan secara ekonomi, lembaga tersebut menerapkan nilai…

  • A. Sila Persatuan yang mengutamakan kepentingan nasional
  • B. Sila Ketuhanan yang menekankan tanggung jawab moral terhadap ciptaan
  • C. Sila Kerakyatan yang menuntut persetujuan rakyat
  • D. Sila Keadilan yang hanya berlaku bagi manusia

Jawaban: B
Menolak proyek yang merusak ekosistem demi tanggung jawab moral terhadap ciptaan Tuhan merupakan implementasi etika pembangunan yang didasarkan pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

100.

Perbedaan utama antara konsep pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya terletak pada…

  • A. Sumber pendanaan yang digunakan
  • B. Cakupan sektor industri yang dikembangkan
  • C. Peran swasta dalam pembangunan
  • D. Indikator keberhasilan yang digunakan

Jawaban: D
Pertumbuhan ekonomi menggunakan indikator material seperti PDB, sedangkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya mencakup indikator yang lebih luas meliputi aspek spiritual, pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar