Senin, 28 Oktober 2013

ADAKAH TARAWIH YANG BID'AH? Oleh Buya Yahya (BAB VI-VII)



 (BAB VI)
PENDAPAT ULAMA 4 MADZHAB TENTANG SHALAT TARAWEH
 1.     Imam An-Nawawi menyebutkan dalam Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab :
Mari kita kembali kepada Syaikhul Madzhab, Imam di dalam Madzhab Imam Syafi’i, Imam besar yaitu Imam An-Nawawi, Imam An-Nawawi sudah menjelaskan dalam kitab Syarah Muhadzdzab-nya, bahwasannya :

”Shalat Taraweh adalah satu Shalat sunnah yang sangat dikukuhkan sebagaimana yang ditunjukkan oleh hadits-hadits yaitu “20” (dua puluh rokaat) selain Witir dan jika ditambah dengan 3 rokaat Witir maka jadilah 23 rokaat. Oleh karena itu Ummat telah sepakat baik Salaf maupun Kholaf dari zaman Kholifah Ar-Rosyidin yaitu Sayyidina Umar bin Khaththab ra sampai zaman sekarang tidak ada satu Ulama pun yang berbeda dari para Imam Madzhab yang 4 kecuali yang diriwayatkan dari Imam Malik bin Anas yang mengatakan hingga 36 rokaat dengan hujjah pengamalan penduduk Madinah. Dan telah diriwayatkan dari Nafi’ beliau berkata : Aku melihat orang-orang di bulan Ramadhan Shalat (Taraweh) 39 rokaat dengan Witir 3 rokaat. . . . Namun riwayat yang masyhur dari Imam Malik adalah yang senada dengan pendapat jumhur dari kalangan Ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah yaitu 20 rokaat, maka dari itu Ulama 4 madzhab sudah sepakat dan telah sempurna menjadi Sebuah Ijma’ (Kesepakatan Ulama) bahwa sholat taraweh adalah 20 rokaat”.

ADAKAH TARAWIH YANG BID'AH? Oleh Buya Yahya (BAB IV-V)



ADAKAH TARAWIH YANG BID’AH ?
Oleh Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)
(BAB IV)
SHOLAT TARAWIH 8 ROKA’AT
Bagi orang yang mengenal hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan perkataan para Ulama tentu amat sangat mudah untuk mengetahui bahwasannya Shalat Taraweh 8 roka’at itu tidak pernah diambil dari Nabi Muhammad SAW dan juga tidak pernah dilakukan oleh para Sahabat-Sahabat beliau khususnya para Khulafaur Rosyidin.

ADAKAH TARAWIH YANG BID'AH? Oleh Buya Yahya (BAB I-III)


ADAKAH TARAWIH YANG BID’AH ?
Oleh Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

Bismillahirrahmanirrahim.

Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada kalian puasa di bulan Ramadhan dan aku menganjurkan kepada kalian untuk menghidupkan (malamnya dengan ibadah), maka barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan menghidupkan dengan ibadah di malam harinya karena iman dan mengharap pahala (dari Allah SWT) maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”
Di saat menjelang bulan Ramadhan, mari kita beri semangat diri kita dalam menyambut Ramadhan. Sehingga ketika kita memasuki bulan Ramadhan benar-benar penuh dengan kesiapan lahir dan batin untuk menggapai kemenangan dan kejayaan dihadapan Allah swt sebagai orang yang : “Kembali kepada Allah dengan pengampunan dan mendapat keberuntungan dan pahala yang besar”. Aamiin