Tampilkan postingan dengan label Abu Nawas : Tokoh Sufi Dalam 1001 Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abu Nawas : Tokoh Sufi Dalam 1001 Malam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

Abu Nawas : Tokoh Sufi Dalam 1001 Malam



Ilahi, lastu lilfirdausi ahla.
Wala aqwa ‘ala naril jahimi
Fahab li tawbatan waghfir dzunubi.
Fainaka ghafirud dzanbil adzimi
Artinya:
Tuhanku, Hamba tidaklah pantas menjadi penghuni surga (Firdaus).
Namun, hamba juga tidak kuat menahan panas api neraka.
Maka berilah hamba tobat dan ampunilah hamba atas dosa-dosa hamba.
Karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Mahaagung
Dua bait syair di atas tentu sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia terutama kaum tradisionalis Islam. Beberapa saat menjelang shalat Magrib atau Subuh, jemaah di masjid-masjid atau musala di pedesaan biasanya mendendangkan syair tersebut dengan syahdu sebagai puji-pujian. Konon, kedua bait tersebut adalah hasil karya tokoh kocak Abu Nawas. Ia adalah salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu