Orang yang bertakwa adalah orang-orang yang
menyibukkan dirinya dengan berbagai kebaikan, baik terkait dengan
dirinya maupun orang lain. Termasuk kebaikan yang muncul dari ketakwaan
adalah amalan yang mengagungkan syiar-syiar Allah Subhanahu wata’ala,
sebagaimana firman-Nya,
ذَالِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَآءِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan
barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul
dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)
Yang perlu diperhatikan, mengagungkan syiar-syiar Islam harus dengan ikhlas
dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sebab, amalan-amalan ini termasuk ibadah yang agung, yang tidak akan
diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala selain dengan dua syarat
tersebut. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
وَمَآ اُمِرُوْآ اِلَّا لِيَعْبُدُ اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak disuruh selain
untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama dengan lurus.” (al-Bayyinah: 5)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَ لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ