Jumat, 15 Mei 2020

Doa Witir : Tata Cara dan Doa Setelah Sholat Witir (Latin, Arab & Artinya)


Salah satu ibadah sunnah yang dikerjakan usai menunaikan sholat tahajud adalah sholat witir. Sholat ini juga dikerjakan pada bulan Ramadhan usai sebagai penutup sholat tarawih. Setelah itu akan dibacakan doa witir sebagai doa penutup sebelum membaca niat puasa. 

Tidak terasa pada bulan mei 2020 kita berjumpa lagi momen bulan rhomadhon yang penuh berkah yang kita rasakan tahun ini. Lebih kurang sebulan kita akan memasuki bulan Ramadhan. Tentu kita berharap virus Corona yang saat ini melanda dunia berhenti ketika memasuki bulan mulia ini. 

Salah satu hal yang dikenang ketika bulan Ramadhan tidak hanya kenikmatan berpuasa saja tetapi juga kenikmatan menjalankan ibadah lainnya. Ibadah tersebut adalah sholat tarawih yang kemudan ditutup dengan witir. 

Setelah selesai menunaikan sholat witir kita akan dibimbing untuk membacakan rangkaian dzikir dan doa.

Dzikir Sholat Witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil qudduus
Artinya: 
“Maha Suci Allah. Maha Raja”

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbuuhun qudduusur robbunaa wa robbul-malaa-‘ikati warruuh
Artinya: 
“Maha Suci lagi Maha qudus Tuhan kami, Tuhan seluruh Malaikat dan Ruh”

سُبْحَانَ اللهْ وَالْحَمْدُ لِلهْ وَلآ اِلَهَ اِلَّا اللهْ وَاللهُ اَكْبَرُ 

Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar
Artinya:
“Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan allah Mahabesar”

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘aziim.
Artinya:
“Dan tiada daya (untuk menghindar dari kemkasiatan), dan tiada kekuatan (untuk mengejakan ibadah) kecualai dengan pertolongan Allah Yang Maha tinggi lagi Maha besar.”
Usai membacakan dzikir tersebut, akan dilanjut dengan membaca doa witir. Berikut adalah bacaan doa witir beserta arab, latin dan terjemahannya. 


Doa Witir

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ
اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi.
Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Artinya: 
“Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”
“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang doa witir berikut lafadz arab, latin dan terjemahannya. Semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan keislaman dan yang paling penting meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kutbah Idul Fitri 1441H/2020 Masehi


Khotnah Hari Raya Idul Fitri

 

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjahui larangan-laranganNya dan ketahuilah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang agung, hari raya idul fitri, hari yang disabdakan Rosulullah SAW dalam suatu riwayat , ketika pagi-paginya idul fitri, Allah SWT mengirimkan malaikat-malaikat, Malaikat-malaikat  tadi menyebar dikampung-kampung dan negara-negara. Mereka berjalan-jalan, berkata dengan suara yang bisa di dengar oleh seluruh mahkluk kecuali jin dan manusia, para malaikat tadi berkata : wahai para umat muhammad SAW, keluarlah dari rumahmu menuju kehadirat tuhanmu, yang maha agung. Yang akan mengampuni dosa-dosamu, Ketika umat rosulullah SAW keluar dari tempat sholatnya, Allah berfirman kepada malaikat : “Hai para malaikatku, apakah balasan seorang buruh bila ia telah menyempunakan pekerjaan-pekerjaannya?” Para malaikat tadi menjawab  “ Ya Allah, Wahai tuhan kami, balasannya  buruh tadi yaitu di beri pahala sempurna” kemudian Allah berfirman : “saksikanlah wahai para malaikatku, sesungguhnya kau menjadikan pahala umat ini, yang telah berpuasa pada bulan romadhon dan menjalankan sholat malam di bulan romadhon, pahala yaitu ridho-Ku dan ampunan-Ku, Allah Ta’ala berfirman : wahai para hambaku mintalah kepada-Ku, mintalah kepadaku dan mintalah kepada-KU , demi kemulyaan-Ku dan keagungan-Ku, hari ini kalian tidak meminta kecuali permintaanmu akan aku beri dan bila kalian minta pada hari ini, untuk urusan-urusan dunia kamu, akan aku lihat permintaan-permintaanmu. Bila permintaanmu ada maslahat bagi kamu di dunia ini, ada manfaat bagi kamu di dunia ini, akan aku beri, bila tidak ada maslahat bagimu, maka aku simpan permintaanmu untuk di akherat.

Wahai para hambaku akan aku tutupi  kesalahan-kesalahanmu, kalian tidak aku kumpulkan dengan orang yang selalu berbuat dosa, kalian tidak akan aku kumpulkan dengan orag-orang yang ingkar kepadaku. Bubarlah dari majlisku dengan aku ampuni seluruh dosamu. Kalian telah menjadikan senang kepadaku, aku ridho kepada kalian” saat itulah para hadirin,  malaikat ikut bergembira, karena mengerti pada hari itu Allah SWT telah mengampuni dosa-dosanya umat rosulullah SAW.




Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Itulah sebagai kemulyaan yang diberikan oleh Allah kepada umat Rosulullah SAW, maka hadirin yang mulia, orang islam di seluruh dunia mengucapkan takbir dan tahmid, mengucapkan ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR karena gembiranya menerima rahmat Allah yang agung, anugrah Allah yang agung, yaitu di tolong oleh Allah bisa melaksanakan puasa di bulan romadhon, sholat malam di bulan romadhon seperti yang disabdakan oleh rasulullah saw : barangsiapa yang berpuasa pada bulan romadhon karena mengharap pahala dari Allah maka Allah mengampuni seluruh dosa-dosanya yang telah lewat.

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT

Alangka untungnya orang yang hari ini dosa-dosanya diampuni Allah SWT, puasanya di terima oleh Allah, tarawihnya diterima oleh Allah SWT, dan tahajudnya diterimah oleh Allah, tetapi bagaimanapun gembiranya orang yang diberi oleh Allah pada hari ini, itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kegembiraan-kegembiraan yang akan diberikan oleh Allah kepada dia ketika dia masuk dikuburnya, anugrah-anugrah yang Allah berikan di kuburnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anugrah-anugrah yang akan Allah siapkan di Surga-Nya. Dan anugrah-anugrah di surga itu juga tidak ada apa-apanya bila dibandingkan ketika hamba itu menghadap Allah, kemudian Allah ridho kepada dia dan dia ridho kepada Allah swt 

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT

Maka hendaknya kita berhati-hati hidup didunia ini. Alangka untungnya para hadirin, bila setelah romadhon ini Selesai, kemudian Allah menolong kepada kita untuk selalu bisa istiqomah taat kepada Allah, istiqomah meninggalkan kemaksiatan –kemaksiatan , sehingga rasanya hidup di dunia seperti orang yang sedang puasa, barang siapa yang menjadikan dunia ini seperti puasa, maka Allah akan menjadikan matinya seperti hari raya,

Hadirin yang mulya, sesungguhnya hari raya di dunia ini adalah hari raya yang kecil yaitu ketika ketika gembira karena puasa kita, kemudian kita bisa bertemu dengan teman-teman kita. Hari raya yang kecil ini pun telah menjadikan senang hatinya orang-orang yang beriman.
Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Bagaimana bila datang hari raya yang besar, yaitu ketika kita menghadap kepada Allah SWT. Kita di kumpulkan oleh Allah dengan para nabi dan para rosul, kita dipertemukan dengan kakek-kakek kita yang sholeh, kita dipertemukan dengan para sahabat, kita dipertemukan dengan seluruh orang yang beriman, di dalam pertemuan yang agung di Surganya Allah SWT. Bagaimana bila terjadi hari raya yang agung, ketika kita menghadap kepada Allah, kemudian kita melihat dzat Allah yang maha agung, kemudian Allah berfirman kepada kita : wahai hambaku aku telah ridho   kepada kalian dengan ridho yang tidak akan marah lagi. Itulah hakikatnya hari raya yang seagung-agungnya hari raya, hari raya yang tidak ada selesainya, hari raya yang selama-lamanya.

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Hari raya kecil di dunia ini sesungguhnya mengingatkan kepada kita, pada hari raya yang besar, yang akan terjadi di aherat nanti.

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Setelah hari raya ini, hendaklah kita lebih sungguh-sungguh lagi mengadakan persiapan-persiapan untuk kehidupan akhirat kita, kita jangan tergiur dengan keadaan-keadaan di dunia ini, sesungguhnya dunia ini, telah menipu banyak manusia, berjuta-juta manusia tertipu dengan keadaan-keadaan dunia ini, Fir’aun juga bertempat di dunia ini, kemudian tertipu dengan keadaan-keadaan dunia ini, maka akhirnya dia dihinakan oleh Allah dan di hancurkan  oleh Allah. Begitu juga dengan Qorun, dia juga bertempat di dunia ini sehingga dia lupa akan persiapan hidup di aherat.
         
Selain Qorun dan Firaun para hadirin, masih banyak lagi orang-orang tertipu dengan keadaan dunia ini, karena keadaan dunia ini selalu berubah-ubah. Orang-orang mengira sesungguhnya masalah yang paling besar yaitu masalah duni ini, dunia ini masalah yang paling agung, setelah dia dihadapkan kepada Allah SWT, ternyata masalah dunia ini bukan masalah yang sesungguhnya, masalah yang sesungguhnya yaitu masalah kubur, masalah di mahsyar, masalah di titan shiroth. Apakah dia bisa bertemu dengan para nabi dan rosul, atau dia dikumpulkan dengan iblis dan bala tentaranya.


Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Maka kita jangan tertipu dengan keadaan-keadaan dunia ini, karena sesungguhnya apa saja yang terjadi di dunia ini, hakikatnya adalah ujian-ujian Allah yang tidak lama. Bila susah di dunia, maka susah yang tidak lama dan bila mengalami gembira, maka gembiranya tidak akan lama.

Hadirin Yang Di Mulyakan Allah SWT
Maka hendaknya kita menjadikan maksud hidup kita untuk akhirat. Barangsiapa yang menjadikan maksud hidupnya akhirat, maka Allah SWT akan menyelesaikan kesusahan-kesusahannya di dunia dan sebaiknya barangsiapa yang menjadikan maksud hidupnya urusan dunia, maka Allah SWT tidak peduli dimana dia terjungkal di duni ini.   


Kutbah Kedua Idul Fitri 


Kamis, 14 Mei 2020

Apakah Amalan Wajib dan Apakah Itu Sunnah ?

wajib artinya dikerjakan berpahala Ditinggalkan berdosa

Sunnah . .
Untuk urusan "SUNNAH" seharusnya mulai saat ini di mindset kita bukan lagi "kalau di kerjakan dapat pahala, dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa" tapi diganti menjadi "kalau di kerjakan akan "DAPAT UNTUNG BESAR", dan kalau tidak di kerjakan justru akan "RUGI BESAR"

Kata-kata 'ah..., itu kan cuma "SUNNAH" adalah bisikan SETAN yang terus dihembuskan agar kita tidak melaksanakan amalan² "SUNNAH" tersebut.

Jangan lupa, AJAL atau KEMATIAN akan menjemput kita setiap saat tanpa melihat berapa tahun usia kita

SEMOGA dengan ridha Allãh kita semua mendapatkan rahmat, taufiq & hidayah, serta diberikan kemudahan untuk mengamalkan semua amalan² "SUNNAH"  tersebut dibawah ini, Aamiin....

AH... ITU KAN CUMA SUNNAH
Ternyata SUNNAH bisa berarti UNTUNG BESAR
Kalau kita ditanya apa arti "SUNNAH" pasti jawabannya "kalau dikerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan tidak apa-apa"
Padahal..., kalau kita SHALAT "SUNNAH" RAWATIB 12 RAKAAT, Allah menjanjikan rumah di Surga
Yakin nih... enggak apa² di tinggal...?
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" FAJAR, pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya
Yakin nih... enggak apa² ditinggal..?
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" SYURUQ pahalanya seperti haji & umroh sempurna 3X
Yakin nih... enggak apa² ditinggal..?
Kalau kita SHALAT "SUNNAH" TAHAJUD, Allah angkat karirnya, dibimbing segala urusanya, diberikan solusi semua masalahnya & jika diganggu, Allah akan bantu (dalilnya Al Quran)
Yakin nih.. enggak apa² ditinggal..?

Kalau kita SHALAT "SUNNAH" DHUHA, itu salah satu wasiat Rasulullah, pengganti sedekah seluruh sendi & pengganti dzikir empat kalimat agung
Yakin nih... enggak apa² ditinggal..?

Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu berwudhu sebelum tidur, maka Allah titipkan malaikat selama kita tidur & akan dibukakan delapan pintu surga, kita boleh masuk & boleh memilihnya
Yakin nih... enggak apa² ditinggal..?

Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca doa setelah mendengarkan adzan, maka akan dapat syafa'at dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, diampuni dosanya & do'a kita akan dikabulkan Allah Ta'ala
Yakin nih... enggak apa² ditinggal..?

Kalau kita mengerjakan amalan yang "SUNNAH" yaitu membaca Al quran, maka _Allah akan ganti dengan berkali kali kebaikan dari tiap hurufnya.

Yakin nih... enggak apa² ditinggal...?

HURUF DALAM ALQURAN

Sejak 1200 tahun silam, ketika dunia blm mengenal KOMPUTER atau alat hitung sejenis,

 Maka IMAM SYAFI'I telah mampu mendata JUMLAH masing-masing HURUF dalam AL-QURĀN secara detail dan tepat

IMAM SYAFI'I dalam kitab Majmu al-Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur'an di susun sesuai dgn banyaknya :

o ا Alif  : 48740 huruf,
o ل Lam : 33922 huruf,
o م Mim : 28922 huruf,
o ح Ha ’ : 26925 huruf,
o ي Ya’ : 25717 huruf,
o و Waw : 25506 huruf,
o ن Nun : 17000 huruf,
o لا Lam alif : 14707 huruf,
o ب Ba ’ : 11420 huruf,
o ث Tsa’ : 10480 huruf,
o ف Fa’ : 9813 huruf,
o ع ‘Ain : 9470 huruf,
o ق Qaf : 8099 huruf,
o ك Kaf : 8022 huruf,
o د Dal : 5998 huruf,
o س Sin : 5799 huruf,
o ذ Dzal : 4934 huruf,
o ه Ha : 4138 huruf,
o ج Jim : 3322 huruf,
o ص Shad : 2780 huruf,
o ر Ra ’ : 2206 huruf,
o ش Syin : 2115 huruf,
o ض Dhadl : 1822 huruf,
o ز Zai : 1680 huruf,
o خ Kha ’ : 1503 huruf,
o ت Ta’ : 1404 huruf,
o غ Ghain : 1229 huruf,
o ط Tha’ : 1204 huruf dan terakhir
o ظ Dza’ : 842 huruf.

Jumlah semua huruf dalam al-Quran sebanyak 1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣  (satu juta dua puluh tujuh ribu).

Setiap kali kita khatam Al-Quran, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.

Jika 1 huruf = 1 kebaikan dan 1 kebaikan = 10 pahala, maka kira-kira 10 juta pahala kita dapatkan

Di bulan Ramadhan ALLAH gandakan lagi 70x kebaikan.... so, kira-kiralah hitunglah sendiri... 😊😊😊

 Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca Al-Quran*, bertadarrus dan kalau mampu memahami maknanya
Wallahu a'lam..

SYAFA'AT AL QUR'AN DI DALAM KUBUR

Silahkan share untuk teman2 terbaik kita*

Semoga kita termasuk di dalam golongan orang orang ini...aamiin !!!

Pertolongan Al-Quran di Alam Kubur.

- Dari Sa’id bin Sulaim ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam  bersabda: “Tiada penolong yg lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketika orang - orang sibuk dgn kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba -tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

-Setelah dikuburkan dan orang - orang mulai meninggalkannya, datanglah 2 malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi si tampan itu berkata: ”Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan utk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia di masukkan ke dalam syurga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Al Quran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.

-Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

-Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan  permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la. (Himpunan Fadhilah Amal : 609)

Allahu Akbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadits ini. Getaran penuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkan Al-Quran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela. Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Al-Quran akan menuntut kita.

Yaa Allah… terimalah bacaan Al-Quran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.

Banyak riwayat yang menerangkan bahwa Al-Quran adalah pemberi syafa’at yang pasti dikabulkan Allah Subhana wa Ta'ala Aamiin..

Selasa, 12 Mei 2020

Kemulyaan Malam 19 Sholat Taraweh di Bulan Romadhon

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه.


Keutamaan sholat Tarowih hari Pertama hingga ke-30 Ramadhon  sesuai Hadis Nabi

Mohon maaf seblmnya, bagi yg beribadah krn keridhoan Alloh SWT, Insya Alloh  tdk akan berfikir pahala hal tersebut krn ke ikhlasan dlm beribadah, namun sebaliknya ada byk org yg tetap amat berharap terhadap imbalan Alloh  SWT dari yg dikerjakan.

Kisah Rasulullah ﷺ Tawaran Utbah bin Rabi'ah


KISAH RASULULLAH ﷺ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد
Tawaran Utbah bin Rabi'ah
"Sesak dadaku melihat Muhammad dan para pengikutnya!" teriak seorang pembesar Quraisy. "Setiap hari mereka semakin kuat!" geram yang lain. "Semua gangguan dan siksaan kita seolah tidak berpengaruh apa-apa. Sangat mengherankan!" gerutu yang lain menggelengkan kepala.
Ketika suasana bertambah panas, Utbah bin Rabi'ah berdiri. Semua orang memandangnya dan menunggu.
"Kalau jalan kekerasan tidak membuahkan hasil, sudah saatnya kita mencoba cara lain, " kata Utbah bin Rabi'ah.

Terkadang Naik-Terkadang Turun Itulah Iman

Iman itu bisa naik turun, kadang bertambah kadang juga berkurang.
Pertanyaannya apa yang menyebabkan naik turunnya iman ?

Iman bertambah karena ketaatan, sebaliknya iman menurun karena kemaksiatan. Terkadang kita gak sadar ketika melakukan maksiat, misal menunda nunda shalat hingga lupa bahkan tidak mengerjakannya karena sibuk dengan urusan dunia, pamer/riya, pacaran udah jelas kan larangan pacaran dalam islam kenapa masih pacaran ?, tidak menjaga pandangan, gosip suka omongin orang. Astaghfirullah..