Selasa, 12 Mei 2020

Terkadang Naik-Terkadang Turun Itulah Iman

Iman itu bisa naik turun, kadang bertambah kadang juga berkurang.
Pertanyaannya apa yang menyebabkan naik turunnya iman ?

Iman bertambah karena ketaatan, sebaliknya iman menurun karena kemaksiatan. Terkadang kita gak sadar ketika melakukan maksiat, misal menunda nunda shalat hingga lupa bahkan tidak mengerjakannya karena sibuk dengan urusan dunia, pamer/riya, pacaran udah jelas kan larangan pacaran dalam islam kenapa masih pacaran ?, tidak menjaga pandangan, gosip suka omongin orang. Astaghfirullah..

Cerpen Nuzulul Qur'an Vs Ustad Pencuri


Bismillahirrohmanirrohiim

Romadhon 19

Cerita edisi NUZULUL QUR'AN

USTAD PENCURI

Seorang Ustad diundang makan malam oleh sepasang suami istri di rumah mereka.

Setelah Ustad itu pergi, si istri berkata kepada suaminya,
Uang kita hilang, aku pikir Pak Ustad yang mengambil uang 5 jt di meja itu..

"Padahal uang itu akan aku berikan untuknya."

Keutamaan sholat Tarowih hari Pertama hingga ke-30 Ramadhon sesuai Hadis Nabi Hari 20

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه.


Keutamaan sholat Tarowih hari Pertama hingga ke-30 Ramadhon  sesuai Hadis Nabi

Mohon maaf seblmnya, bagi yang beribadah karena keridhoan Alloh SWT, Insya Alloh  tdk akan berfikir pahala hal tersebut krn ke ikhlasan dlm beribadah, namun sebaliknya ada byk org yg tetap amat berharap terhadap imbalan Alloh  SWT dari yg dikerjakan.

Malam Taroweh  ke : 20

وفى الليلة العشرين يعطى ثواب الشهداء والصالحين

Pada malam yang ke 20 Orang yang Sholat Tarowih akan diberi pahala seperti pahala orang-orang yang mati Syahid dan orang-orang Sholih.
"Bersambung"

Puasa bukanlah ibadah untuk mencari pahala. Sesungguhnya puasa adalah jembatan kita untuk menuju derajat orang yang bertakwa, dengan melewati 5 tahapan antara lain :

1. Muslim adalah orang Islam yang melaksanakan syariat Islam dengan baik.

2. Mukmin adalah orang yang beriman, diucapkan dengan lidah, diyakini dengan hati, dan dikerjakan dengan perbuatan.

3. Mukhsin adalah orang mukmin yang senantiasa berbuat baik. Orang yang beriman namun tidak banyak melakukan perbuatan baik dalam kehidupan, dia belum sampai pada tahap Mukhsin. Orang mukhsin tidak mau menyakiti hati orang lain, tutur katanya santun, bicaranya selalu dipikir dulu sebelum diucapkan, selalu menebar kasih sesama mahluk Alloh dan jauh dari keburukan.

4. Mukhlis adalah mukhsin yang benar-benar ikhlas. Orang mukhlis tidak pernah berpikir sedikitpun imbalan atau balasan atas perbuatan yang dilakukan. Melakukan perbuatan baik dengan tanpa syarat. Jika orang bersedekah, atau menolong orang lain, dengan berpikir akan mendapatkan balasan di kemudian hari, sesungguhnya dia belum sampai pada tahap Mukhlis.

5. Muttaqin tingkat keimanan paling tinggi di sisi Allah SWT. Orang bertakwa yang telah menjadi insan kamil, orang yang disayang Alloh baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Selanjutnya adalah tentang Mukjizat, Karomah, dan Maunah.

-Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa atas izin Alloh SWT yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul.
-Karomah adalah keistimewaan yang dianugerahkan kepada para Wali. -Maunah adalah pertolongan Alloh SWT yang diberikan kepada hamba-Nya yang bertakwa. Mungkin sangat berat bagi kita untuk mengejar karomah, tetapi kita berpeluang untuk mendapatkan maunah. Bagi akademisi, dan juga bidang lain, seringkali dijumpai masalah yang sulit diselesaikan dengan segala kemampuan teknis yang kita miliki. Di saat kita benar-benar sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, dan tinggal berserah diri, saat itulah pertolongan Alloh SWT datang secara tak terduga dan semua permasalahan bisa selesai begitu saja. Itulah sesungguhnya maunah.
ㅤ

Barokalloohu fiikum.

 اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه.

Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على عبد الله ورسوله نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد؛
.

Ikhwati fillah,
Sesungguhnya di dalam sepuluh hari terakhir bulan suci ramadhan terdapat keistimewaan, keutamaan, dan pahala yang sangat banyak.
Dimana Allah memuliakan hari-hari tersebut dengan beberapa keistimewaan yg tidak didapat pada hari-hari lainnya.

Diantaranya adalah:
Bahwa  Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih meningkatkan ibadahnya di dalam hari-hari tersebut melebihi hari-hari lainnya.
Sebagaimana telah dijelaskan dalam shahih Muslim, dari Aisyah radhiallahu anha, beliau berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) pada sepuluh malam terakhir, melebihi kesungguhan beliau di hari-hari lainnya.

Begitupula dalam kitab shahihain dari Aisyah radhiallahu anha, beliau berkata: Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.

Dan di dalam musnad imam Ahmad, dari Aisyah radhiallahu anha, beliau berkata: pada dua puluh malam pertama Nabi shallallahu alaihi wasallam menggabungkan antara shalat malam dan tidur. Dan apabila masuk sepuluh malam terakhir beliau meningkatkan ibadahnya dan mengencangkan sarungnya.

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan: bahwa hadits-hadits di atas menunjukkan tentang pentingnya bersungguh-sungguh dalam mengisi sepuluh hari terakhir dengan shalat malam, dan di dalamnya terdapat sebuah isyarat agar seseorang menutup (bulan ramadhan) ini dengan amal shaleh.

Maka hadits-hadits ini  tentunya menunjukkan keutamaan 10 hari terakhir bulan suci ramadhan, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan keistimewaan pada hari-hari tersebut, sedangkan beliau adalah sebaik-baik teladan bagi umatnya.
(Allah subhanahu wata'ala berfirman)

(لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِی رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةࣱ لِّمَن كَانَ یَرۡجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلۡیَوۡمَ ٱلۡـَٔاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِیرࣰا)

Sungguh telah ada di dalam diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam contoh teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan yang senantiasa mengingat Allah.

- Di dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh di dalam 10 hari tersebut, melebihi hari-hari yang lain.. Dan kesungguhan beliau mencakup kesungguhan dalam semua bentuk ibadah. Baik itu shalat, tilawah Al qur'an, dzikir, sedekah, dan selainnya.

- Beliau shallallahu alaihi wasallam juga mengencangkan sarungnya, maknanya beliau menjauhi istri-istrinya, dan mengkhususkan waktunya untuk shalat dan dzikir.

- Dan beliau shallallahu alaihi wasallam, menghidupkan malamnya, dengan shalat dan tilawah, dan berdzikir dengan hati, lisan, dan anggota tubuhnya.
Karena kemuliaan malam-malam tersebut.
Dan dalam rangka mengejar malam lailatul qadar, yang barangsiapa yg shalat di malam tersebut dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yg telah lalu.

- Dan zhahir hadits-hadits ini, menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menghidupkan seluruh malamnya dengan beribadah kepada Allah, baik dengan berdzikir, shalat, tilawah Al qur'an, makan sahur, dan Ibadah-ibadah lainnya.

Dengan penjelasan ini dapat kita gabungkan antara hadits ini dengan hadits yang terdapat di dalam shahih Muslim. Dari Aisyah radhiallahu anha, beliau berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaksanakan shalat malam sampai pagi".
Karena yang dimaksudkan menghidupkan malam dengan ibadah pada 10 malam terakhir, adalah menghidupkannya dengan segala bentuk ibadah, dan bukan hanya dengan ibadah shalat saja,  sementara yang dinafikan (ditiadakan) di dalam hadits Aisyah diatas hanya ibadah shalat saja, dan tidak menafikan ibadah-ibadah lainnya yang dilakukan oleh nabi shallallahu alaihi wasallam di hari-hari tersebut. Dengan kata lain (bahwa Nabi tidak menghidupkan malamnya hanya dengan shalat hingga pagi hari) akan tetapi dengan ibadah-ibadah lainnya juga.

- Dan diantara perkara yang menunjukkan keutamaan 10 hari terakhir adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada hari-hari tersebut untuk mendirikan shalat dan berdzikir, sebagai bentuk kesungguhan dalam memanfaatkan hari-hari yang penuh berkah ini, yang semestinya dihidupkan dengan ibadah. Karena ia adalah kesempatan besar untuk mendapatkan keberuntungan bagi orang-orang yang diberikan taufik oleh Allah.

Maka tidak sepantasnya bagi seorang mukmin yang berakal untuk menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk dirinya, dan keluarganya.

Ingatlah bahwa kesempatan ini hanya beberapa hari saja, yang boleh jadi seseorang yang memanfaatkannya dengan baik mendapatkan karunia dari Allah yang menjadi sebab kebahagiaannya di dunia dan di akhirat.

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata:
Hal yang paling aku sukai apabila telah tiba 10 hari terakhir, adalah melakukan tahajjud pada malam hari, bersungguh-sungguh di dalamnya, dan membangunkan keluarga dan anak-anak untuk shalat apabila mereka mampu untuk hal tersebut.

Akhil Muslim,
10 hari terakhir sudah di depan mata, dan ia merupakan musim ketaatan, yang telah engkau dapatkan dan lewati setiap tahun, dan engkau tidak tahu, boleh jadi, tahun ini adalah tahun terakhir engkau mendapatkan musim kebaikan tersebut.

Maka hendaknya engkau memanfaatkannya dengan baik, sebelum ajal menjemputmu.

Berusahalah... untuk mendapatkan keistimewaan 10 hari yang mulia ini, dengan berusaha memperbanyak amal shaleh sebisa mungkin.
Dan diantaranya adalah dengan berniat baik, agar anda dapat mengisinya dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan bersemangat dalam meraih banyaknya pahala kebaikan dengan melakukan amal shaleh di dalamnya.

Karena dengan niat baik seperti ini, boleh jadi engkau mendapatkan pahala-pahala kebaikan tersebut, meskipun engkau tidak mampu melakukan semua amalan tersebut. Paling tidak engkau tidak membiarkan kesempatan untuk mendapatkan pahala dengan niat baik tersebut.

Saudaraku,
Hendaklah kalian bersegera untuk melakukan kebaikan dan amal shaleh yang Allah mudahkan untuk kalian, dan jangan lupa untuk menghadirkan niat yang baik sebelum masuknya hari-hari yang mulia ini .
Semoga Allah mengaruniakan kepadamu kebaikan di dalam hari-hari tersebut.

والله أعلم وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ini merupakan pesan audio dari Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdul Lathif Ar Rusyaidan -hafizhahullah-, beliau merupakan dosen tetap di Universitas Islam Madinah dan murid senior Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah-.

Kamis, 07 Mei 2020

Koramil 0804/05 Poncol Awasi Dua Desa Dikecamatan Poncol Terima BLT Sebagai Kompensasi Dari Wabah Corona


Magetan - Dua desa dari tujuh desa dan satu kelurahan yang ada dikecamatan Poncol terima Bantuan langsung Tunai sebagai kompensasi dari wabah Corona. Dua desa yang sudah menyalurkan BLT adalah Desa Sombo dan Desa Poncol. Penyaluran Bantuan langsung Tunai atau BLT sepenuhnya mendapatkan pengawalan dari aparat teritorial yang ada dikecamatan Poncol yaitu Koramil 0804/05 melalai peran aktif Serda Hartono selaku Babinsa Sombo dan Kopda Arif selaku Babinsa Poncol serta dari Polsek Poncol. Peran yang sangat membantu pemerintah desa yang dilakukan oleh Serda Hartono dan  Kopda Arif tidak lepas dari rasa tanggung jawabnya yang besar kepada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Minggu, 03 Mei 2020

Filosofi Megengan, Tradisi Khas Jawa Timur KPR Pondok Magetan Indah Magetan untuk Sambut Bulan Puasa Ramadan



Magetan Jumat Awal Ramadan 1441H/2020/M atau bulan Puasa biasanya disambut dengan meriah oleh umat Islam. Di Jawa Timur dan beberapa daerah lain di Pulau Jawa, kita mengenal Megengan, tradisi khusus untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Megengan merupakan tradisi unik karena tradisi ini tidak dijumpai di daerah lain.

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya,  Prof. Dr. Nur Syam, M.Si dalam artikel Tradisi Megengan di Jawa, mendefinisikan Megengan sebagai upacara selamatan ala kadarnya untuk menyambut bulan yang suci dan khusus. Sampai saat ini, tidak diketahui pasti siapa yang pertama kali memulai atau menciptakan tradisi Megengan.


Dikutip dari nursyam.uinsby.ac.id, tradisi Megengan diduga kuat diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Kendatipun demikian, sampai sekarang belum ada bukti historis yang menunjukkan hal itu. Tetapi dugaan ini cukup berdasar. Pasalnya kreasi-kreasi yang menyangkut tradisi akulturasi antara Islam dan Jawa memang kerap berasal dari pemikiran Sunan Kalijaga.
Selamatan sudah menjadi tradisi di Jawa jauh sebelum agama Islam masuk ke Indonesia. Namun, dalam Megengan, selamatan juga dibarengi dengan kegiatan doa bersama. Jadilah Megengan merupakan salah satu wujud konkret akulturasi antara budaya Jawa dengan ajaran agama Islam.

Megengan bisa berarti menahan. Dalam konteks bulan Ramadan, Megengan berarti menahan hawa nafsu yang terkait dengan makan, minum, berhubungan seksual, dan lain sebagainya. Sebagaimana dijelaskan Nur Syam, tradisi Megengan bisa menjadi penanda bagi umat Islam untuk melakukan persiapan khusus menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Diketahui bersama, Islam memang sangat menganjurkan kaumnya untuk menahan nafsu. Dalam kehidupan sehari-hari manusia memang tidak bisa dilepaskan dari nafsu, seperti nafsu makan, nafsu biologis, dan lain sebagainya. Tetapi apabila nafsu itu tidak dikendalikan, justru bisa menjerumuskan manusia ke lembah kenistaan.

Dikutip dari nursyam.uinsby.ac.id, dalam Islam dikenal nafsu mutmainnah. Nafsu mutmainnah adalah nafsu keberagamaan atau etis yang mendasarkan tindakan manusia pada ajaran agama. Nafsu inilah yang akan menuntun manusia untuk tetap berada di jalan iman dan Islam. Umat Islam yang mengembangkan nafsu mutmainnah akan dijamin keselamatannya dalam mengarungi bahtera kehidupan


Dalam tradisi Megengan, ada makanan yang tidak pernah ketinggalan dihidangkan, yakni kue Apem. Dikutip dari tebuireng.online, Apem berasal dari kata dalam bahasa Arab yaitu afwan yang berarti ampunan atau maaf.

Kue berbahan dasar tepung beras ini menjadi kue wajib dalam penyelenggaraan acara Megengan. Kue Apem menjadi simbol untuk memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala perbuatan yang dilakukan selama setahun lalu. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menarik pelajaran dari kue Apem.

Sebelum makanan dan kue Apem dibagikan, jamaah Megengan biasanya terlebih dahulu membaca tahlil dan istighosah. Harapannya, supaya dalam menjalani ibadah puasa Ramadan mereka tenang dan lapang dada karena Allah SWT sudah memaafkan dosa yang mereka perbuat.


 




 



KISAH RASULULLAH ﷺ

Pembicaraan Abu Thalib

Pada musim semi tahun 595 Masehi, para pedagang Mekah kembali mulai menyusun kafilah perdagangan musim panas mereka, untuk membawa barang dagangan ke Syria. Khadijah juga sedang mempersiapkan barang dagangannya, tetapi ia belum menemukan seseorang untuk menjadi pemimpin kafilahnya. Beberapa nama diusulkan orang, namun, tidak satu pun yang berkenan di hatinya.

Mendengar itu, Abu Thalib mendatangi Khadijah dan menawarkan kepadanya Muhammad, keponakannya yang baru berusia 25 tahun, untuk menjadi agen Khadijah. Abu Thalib tahu bahwa Muhammad belum cukup berpengalaman, tetapi ia sangat yakin bahwa Muhammad lebih dari sekadar mampu.